Ingin melakukan dan menyebarkan sebanyak mungkin kebaikan. Inilah keinginan terakhir remaja berusia 17 tahun tersebut. Kanker otak stadium akhir yang membuat dokter angkat tangan lantas melahirkan prediksi bahwa dia bisa bertahan sampai setidaknya satu tahun.
Itu prediksi manusia, meski nyatanya bisa saja dengan kehendak Tuhan terjadi keajaiban, sehingga gadis bernama Rebecca Schofield bisa hidup lebih lama. Meski tetap berharap keajaiban, namun Rebecca mempersiapkan dirinya menuju kematian. Dia ingin hari-harinya dipenuhi dengan berbuat baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu dokter menyampaikan prediksi tersebut, gadis itu lantas menyusun daftar keinginan. Di dalam daftar itu dia menulis beberapa keinginan seperti bermain board game dengan sepupu-sepupunya, juga menonton 'The Shawshank Redemption' yang merupakan film favoritnya bersama kedua orang tuanya.
Foto: Facebook |
Baca juga: Kisah Bocah dengan Leukemia yang Jadi Konduktor Orkes Sehari
Untuk memuluskan langkah 'ajakan melakukan kebaikan', Rebecca menuliskan ajakan tersebut di laman Facebook-nya. Dia mengajak orang-orang berbuat baik dalam bentuk apa saja, kemudian memposting apa yang sudah dilakikannya dengan menggunakan hashtag #BeccaToldMeTo. Dengan begitu dia berharap kegiatan ini bisa disebarkan dan menginspirasi orang dari berbagai penjuru dunia untuk melakukan kebaikan.
"Nggak harus donasi uang. Cuma tersenyum saja. Cuma memberikan waktu saja. Hal-hal yang nggak perlu mengeluarkan biaya, misalnya membersihkan jalan tetangga Anda. Mengunjungi seseorang yang kesepian," tutur Rebecca di laman support group di Facebook 'Becca's Battle with Butterscotch'. Butterscotch sendiri adalah nama julukan dari Rebecca untuk menyebut kanker otaknya.
Rebecca menambahkan hanya sekadar mencuci piring di rumah tanpa diminta orang tua juga bisa menjadi wujud berbuat baik. Karena berbuat baik itu sebenarnya bisa dilakukan siapapun dan di manapun, oleh orang muda, orang tua, orang kaya atau juga orang miskin. Selama ada niat berbuat baik, pasti bisa diwujudkan.
Jika seseorang melakukan hal baik, imbuh Rebecca, baik besar ataupun kecil, maka akan selalu berarti. Selain itu berbuat baik untuk orang lain seringkali menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi pelakunya.
Lalu bagaimana kondisi Rebecca? Hingga kini dirinya masih menjalani kemoterapi yang berefek samping mual dan kelelahan. Meski diprediksi hidupnya tak lama lagi, namun Rebecca merasa dirinya baik-baik saja.
"Kami mencoba untuk tidak memikirkan hal itu (hidupnya yang tak lama lagi). Kami fokus pada hal-hal yang baik," imbuhnya.
Baca juga: Upaya Bocah Sakit Parah yang Galang Dana dengan Mengecat Kuku Ini Jadi Viral
(vit/up)












































Foto: Facebook