Akhirnya, porsi makan pun terbiasa sedikit. Terkait hal ini, pakar gastroenterologi dari Bariatric Endoscopy Institute Gastroenterology & Weight Management, Illnois, Nitin Kumar, MD mengatakan lambung memang lentur seperti karet.
Misalnya, lambung bisa menerima makanan dalam jumlah banyak sehingga itu membuat seseorang terhindar dari kelaparan. Tapi, bagaimana dengan penyusutan lambung ketika tubuh dibiasakan mengasup makanan dalam jumlah sedikit?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika lambung bisa mengerut, maka dapat dipastikan seseorang yang kurus punya ukuran lambung lebih kecil ketimbang mereka yang gemuk atau obesitas. Sebuah studi dalam jurnal Gastroenterology mengungkapkan bahwa berapa pun berat badan seseorang, ukuran lambungnya sama.
Baca juga: Badan Kerempeng Tapi Porsi Makan Gila-gilaan, Apa Rahasianya?
Kumar menambahkan, umumnya seseorang akan merasa lapar ketika jumlah kalori yang diasup dikurangi. Dalam situasi ini, kata Kumar, tubuh mulai berpikir bahwa seseorang lapar. Kemudian, akan muncul dorongan fisiologis dan respons hormonal yang mencoba membuat tubuh kembali ke bobot semula.
"Sistem tubuh dibanjiri dengan hormon lapar ghrelin dan di saat bersamaan, suhu tubuh dan metabolisme Anda rendah untuk menghemat energi yang ada. Pada situasi seperti ini bukan tak mungkin Anda yang bobotnya sudah turun, akan kembali naik," tambah Kumar.
Maka dari itu, ia menyarankan bagi seseorang yang hendak menurunkan berat badan, jangan pangkas asupan kalori secara drastis. Lebih baik, kurangi asupan kalori 100 sampai 200 kalori per hari. Sehingga, tubuh tak menganggap Anda kelaparan dan penurunan berat badan bisa terjadi dengan stabil, meski perlahan.
Baca juga: Ini yang Perlu Dijauhi Saat Mag dan Asam Lambung 'Naik' ke Kerongkongan
(rdn/vit)











































