Ibarat Pak Ogah yang terlelap di pos rondanya, dokter dan perawat jaga yang tidur pada waktu jaga, dalam pandangan beberapa orang dianggap sebagai kelalaian dan pengabaian terhadap tugas bahkan dianggap tanda kemalasan. Kejadian serupa terjadi di Indonesia. Gubernur Jambi melakukan pemeriksaan mendadak di RSUD Raden Mattaher dan memberikan teguran keras dengan menendang bak sampah, menggebrak meja dan memberikan ancaman mutasi pada dokter dan perawat jaga yang tidur di salah satu ruang jaga rawat inap rumah sakit.
Foto: Twitter |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
nocturnal yang bisa terjaga 100 persen di malam hari. Pola hidup manusia mengikuti Irama Circadian, yaitu siklus yang mengatur jam biologis manusia sesuai dengan perubahan waktu selama 24 jam.
Berbagai jurnal ilmiah menyatakan kesalahan tindakan medis (medical error) terjadi 30 persen lebih tinggi pada malam hari. Dokter Farquhar seorang dokter spesialis anak dan gangguan tidur pada National Health Service Inggris (NHS) menyatakan dalam British Medical Journal bahwa NHS harus memberikan waktu tidur minimal 30 menit untuk selama jaga malam. Walaupun dokter dan perawat dibayar untuk tidak tidur, namun hal tersebut merupakan kesalahan besar.
Otak manusia tidak dirancang untuk terjaga di malam hari, lanjutnya lagi. Contoh paling sederhana adalah penulisan laporan jaga yang ditulis pada malam hari baru disadari kekeliruannya pada keesokan harinya bahkan oleh dokter dan perawat jaga itu sendiri.
Penelitian Williamson dalam jurnal Occupation Environment Medicine pada tahun 2000, menyimpulkan bahwa dokter yang kurang tidur mengalami penurunan psikomotor seperti orang mabuk dengan kadar alkohol dalam darah sebesar 0,1 persen, sementara ambang batas aman untuk mengendarai mobil sebesar 0,08 persen. Panduan jaga malam bagi dokter oleh Medical Protection Society, mewajibkan dokter untuk tidur minimal 45 menit pada saat jaga malam hari. Patterson dkk dalam Jurnal penelitian Prehospital Emergency Care tahun 2012 menyatakan bahwa kurangnya waktu tidur bagi dokter berbahaya bagi keselamatan pasien.
Foto: Twitter |
Terkait dengan tingginya kesalahan medis (medical error) akibat kekurangan waktu tidur dokter, pembatasan jumlah jam kerja dan anjuran 'napping' menjadi regulasi bagi tenaga kesehatan di banyak negara (Sleep Disruption Due to Hospital Noises: A Prospective Evaluation. Ann Intern Med. 2012)
Pembagian sistem shift bagi dokter dan perawat berjalan sangat fleksibel, ketika dokter misalnya sedang melakukan operasi penjahitan luka dan melewati waktu pergantian shift jaga, maka tidak serta merta pekerjaan tersebut diserahkan pada dokter jaga berikutnya. Dokter tetap harus menyelesaikan tindakan operasinya sampai selesai walaupun waktu operasinya jauh melampaui waktu pergantian jaganya.
Selain itu keterbatasan jumlah dokter menjadikan 'napping'/'siesta' menjadi penting bagi dokter, di Indonesia setelah lepas jaga malam seorang dokter seringkali harus melanjutkan praktiknya atau melayani konsultasi pasien.
Foto: drg Dhanni Gustiana |
Setiap mahasiswa kedokteran dan tenaga medis yang pertama kali mendapat tugas jaga untuk pertama kali selalu diberi nasihat. Mereka harus pandai pandai mecuri waktu tidur agar dapat melayani pasiennya sebaik mungkin.
Dunia medis memang tidak sesempurna film Emergency Room atau Greys Anatomy. Kajian ilmiah seringkali membawa kabar buruk karena data ilmiah seringkali berbeda dengan persepsi. Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan jangan menghakimi sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.
Gubernur Jambi sebaiknya mengukur kinerja dokter jaga melalui pengukuran sistem 'alert' dan 'response time', apalagi sidak dilakukan di ruang jaga rawat inap bukan di ICU atau HCU. Pada kenyataannya dokter jaga rawat inap sedang berjaga di bangsal anak, karena dokter jaga hanya satu orang.
Foto: drg Dhanni Gustiana |
Dokter jaga di Mexico yang tidur di atas mejanya sampai saat ini masih terus bertugas. "She is not a machine, every doctor will do the same way," demikian pengelola rumah sakit di Mexico merespons 'dosa' sang dokter. Sementara dokter dan perawat di RSUD Raden Mattaher seperti yang beredar dalam video sidak Gubernur Jambi mendapat perintah dipindahtugaskan dari tempat kerjanya.
Wallahu a'lam bishowab.
*) drg Dhanni Gustiana, dokter gigi yang tinggal di Yogyakarta. (vit/vit)












































Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: drg Dhanni Gustiana
Foto: drg Dhanni Gustiana