Selasa, 24 Jan 2017 15:34 WIB

Implan Koklea Bisa Atasi Gangguan Pendengaran Bawaan Lahir

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Memiliki anak dengan gangguan pendengaran bawaan lahir bukan berarti anak tidak akan bisa mendengar selamanya. Pakar mengatakan dengan teknologi terbaru, pasien gangguan pendengaran sejak lahir kini memiliki harapan untuk mendengar.

Dijelaskan dr Harim Priyono, SpTHT-KL dari Departemen Telinga, Hidung, Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, RS Cipto Mangunkusumo - FK Universitas Indonesia mengatakan kini ada teknologi implan koklea yang bisa membantu pasien gangguan pendengaran bawaan lahir.

"Dengan catatan, gangguan pendengaran merupakan gangguan sensorineural atau saraf, sudah dalam kondisi sangat berat dan tidak lagi bisa dibantu dengan alat bantu dengar konvensional atau biasa," tutur dr Harim dalam temu media di RSCM Kencana, Jl Pangeran Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat.

Koklea merupakan organ pendengaran yang berfungsi mengirim pesan ke saraf pendengaran dan otak. Suara ditangkap daun telinga kemudian dikirim ke tulang pendengaran dan menuju koklea.

Baca juga: Bisakah Orang dengan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Disembuhkan?

Dijelaskan dr Harim, gangguan pendengaran sensorineural merupakan gangguan yang diakibatkan oleh rusaknya saraf pendengaran. Akibatnya, koklea tidak mampu menangkap suara dalam bentuk getaran yang dikirim oleh daun telinga.

Operasi koklea merupakan tindakan memasang elektrode yang membantu saraf pendengaran di bagian telinga dalam. Elektroda inilah yang menggantikan fungsi koklea sebagai organ pendengaran.

"Operasinya pun cukup singkat, kurang lebih dua jam. Risikonya pun kecil. Perdarahannya bahkan lebih sedikit daripada operasi amandel. Bekas lukanya cuma 3,5 sampai 4 cm," tandasnya.

Untuk satu kali operasi, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 40 juta untuk satu telinga, dan Rp 60 juta untuk dua telinga. Biaya operasi ini ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional bagi peserta yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

Untuk biaya pembelian implannya sendiri sampai saat ini belum ditanggu BPJS. Menurut Bambang Nur Indrawan, Country Manager Cochlear untuk Indonesia, Vietnam dan Filipina, selaku produsen implan koklea mengatakan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 150-400 juta.

Baca juga: Hati-hati Gangguan Pendengaran Bayi yang Tak Terdeteksi

(mrs/vit)