Jakarta -
Panjang tidaknya umur seseorang hanya Tuhan yang tahu. Sementara itu manusia hanya berikhtiar. Seperti nenek 101 tahun ini, punya ikhtiar sendiri untuk panjang umur.
Nenek bernama Eunice Modlin ini tepat berusia 101 tahun pada 16 Januari 2017 lalu. Meski panggulnya pernah patah dua tahun lalu dan kehilangan penglihatannya, namun secara umum kesehatannya cukup baik.
Rahasia panjang umur Eunice diungkap oleh cucunya, Tammy Modlin Gentry. Apa saja rahasianya, simak pemaparannya berikut ini:
1. Makan Cokelat Hitam
Foto: Thinkstock
|
"Cokelat hitam itu baik untuk Anda," kata Gentry.Ya, Eunice rutin mengonsumsi cokelat hitam. Dalam sehari, Eunice makan dua potong cokelat. "Dia selalu membatasi diri, hanya memakan dua potong cokelat sehingga tidak kegemukan," imbuh Gentry kepada today.com.
Studi dari Loma Linda University menemukan bahwa konsumsi cokelat hitam memang memiliki dampak positif bagi kesehatan. Cokelat diketahui mengandung antioksidan tinggi, anti peradangan, dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Konsumsi cokelat juga meningkatkan serotonin yang merangsang endorfin dan dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman. Selain itu, flavonoid juga berkaitan dengan peningkatan memori dan daya ingat.
Baca juga: Cokelat Baru Temuan Peneliti Ini Dapat Dikonsumsi 5 Kali Sehari
2. Makan Sayur
Foto: iStock
|
Rahasia kedua untuk memiliki umur panjang ala Eunice adalah makan sayur. Sayur yang dikonsumsinya adalah yang ditanam sendiri di kebunnya.Sayuran berdaun hijau diketahui memiliki kandungan magnesium tinggi. Nah, magnesium ditengarai membantu mengatasi terjadinya inflamasi di beberapa organ tubuh. Inflamasi sendiri merupakan salah satu faktor penyebab mengapa penyakit kronis dapat terkontrol sehingga tidak menjadi semakin parah. Untuk menjaga kadar magnesium, disarankan untuk tidak memasak sayuran hijau terlalu lama.
Peneliti dari Zhejiang University dan Zhengzhou University, China, menemukan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi asupan kaya akan magnesium memiliki risiko 10 persen lebih rendah dari penyakit jantung koroner, risiko 12 persen lebih rendah dari stroke dan risiko 26 persen lebih rendah dari diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya.
3. Tidak Minum Alkohol
Foto: Thinkstock/Fox News
|
Eunice juga tidak pernah minum alkohol. Tidak berlebihan jika kebiasaan ini menjaga tubuhnya tetap sehat meski usia sudah semakin tua.Ini sejalan dengan hasil review yang dilakukan tim peneliti dari University of Melbourne dan The Cancer Council of Victoria terhadap beberapa studi yang sudah ada sebelumnya. Sebab dalam studi diketahui mereka yang terbiasa meminum alkohol dalam jumlah besar, atau dalam hal ini lebih dari dua gelas sehari selama bertahun-tahun, berisiko terserang beberapa jenis kanker, misalnya:
- kanker esofagus atau kerongkongan tujuh kali lipat
- mulut atau tenggorokan lima kali lipat
- laring atau tenggorokan dua kali lipat
- usus 1,5 kali lipat
- payudara 1,3 kali lipat.
Sementara itu dr David Frid, seorang ahli jantung di Cleveland Clinic di Ohio mengatakans emakin banyak alkohol yang diminum, akan semakin besar pula kemungkinan untuk terjadi kerusakan otot jantung.
4. Tidak Merokok
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Gentry menambahkan neneknya juga tidak merokok. Inilah yang diyakini Eunice bisa membuatnya hidup sehat dan panjang umur.Ya, rokok sudah menjadi rahasia umum merupakan pemancing datangnya penyakit. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science oleh Ludmil Alexandrov dan kawan-kawan dari Los Alamos National Laboratory, Amerika Serikat, menunjukkan perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok per hari mengalami 150 mutasi di tiap sel paru-paru mereka. Mutasi sel ini berkaitan dengan risiko mengalami kanker paru, salah satu penyakit kanker paling mematikan.
Merokok satu bungkus tiap hari juga menyebabkan 97 mutasi di setiap sel laring, 39 mutasi di faring, 23 mutasi di mulut, 18 di kandung kemih dan 6 mutasi di liver. Selain itu, para perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok per hari juga berisiko mengalami kanker mulut, kanker kandung kemih dan juga kanker hati.
5. Bersyukur dan Optimistis
Foto: Ilustrasi senyum
|
Dalam hidup berserak pilihan-pilihan, misalnya untuk menjadi si penuntut atau orang yang gemar bersyukur atas semua hal yang didapat. Nah, Eunice memilih yang kedua. Dia meyakini bahwa setiap orang tidak akan selalu mendapat apa yang diinginkan, namun akan mendapatkan yang dibutuhkan.Sebagai ucapan syukur, Eunice rajin pergi ke gereja dan menghadiri ibadah. Selain itu syukur dan optimistis yang dimiliki membantunya melewati depresi berat setelah kematian suaminya pada 1991.
Bagaimana, terinspirasi untuk hidup sehat seperti yang Eunice lakukan?
Baca juga: Bukan Cuma Teori, Hidup Bahagia Memang Bikin Panjang Umur
"Cokelat hitam itu baik untuk Anda," kata Gentry.
Ya, Eunice rutin mengonsumsi cokelat hitam. Dalam sehari, Eunice makan dua potong cokelat. "Dia selalu membatasi diri, hanya memakan dua potong cokelat sehingga tidak kegemukan," imbuh Gentry kepada today.com.
Studi dari Loma Linda University menemukan bahwa konsumsi cokelat hitam memang memiliki dampak positif bagi kesehatan. Cokelat diketahui mengandung antioksidan tinggi, anti peradangan, dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Konsumsi cokelat juga meningkatkan serotonin yang merangsang endorfin dan dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman. Selain itu, flavonoid juga berkaitan dengan peningkatan memori dan daya ingat.
Baca juga: Cokelat Baru Temuan Peneliti Ini Dapat Dikonsumsi 5 Kali Sehari
Rahasia kedua untuk memiliki umur panjang ala Eunice adalah makan sayur. Sayur yang dikonsumsinya adalah yang ditanam sendiri di kebunnya.
Sayuran berdaun hijau diketahui memiliki kandungan magnesium tinggi. Nah, magnesium ditengarai membantu mengatasi terjadinya inflamasi di beberapa organ tubuh. Inflamasi sendiri merupakan salah satu faktor penyebab mengapa penyakit kronis dapat terkontrol sehingga tidak menjadi semakin parah. Untuk menjaga kadar magnesium, disarankan untuk tidak memasak sayuran hijau terlalu lama.
Peneliti dari Zhejiang University dan Zhengzhou University, China, menemukan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi asupan kaya akan magnesium memiliki risiko 10 persen lebih rendah dari penyakit jantung koroner, risiko 12 persen lebih rendah dari stroke dan risiko 26 persen lebih rendah dari diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Eunice juga tidak pernah minum alkohol. Tidak berlebihan jika kebiasaan ini menjaga tubuhnya tetap sehat meski usia sudah semakin tua.
Ini sejalan dengan hasil review yang dilakukan tim peneliti dari University of Melbourne dan The Cancer Council of Victoria terhadap beberapa studi yang sudah ada sebelumnya. Sebab dalam studi diketahui mereka yang terbiasa meminum alkohol dalam jumlah besar, atau dalam hal ini lebih dari dua gelas sehari selama bertahun-tahun, berisiko terserang beberapa jenis kanker, misalnya:
- kanker esofagus atau kerongkongan tujuh kali lipat
- mulut atau tenggorokan lima kali lipat
- laring atau tenggorokan dua kali lipat
- usus 1,5 kali lipat
- payudara 1,3 kali lipat.
Sementara itu dr David Frid, seorang ahli jantung di Cleveland Clinic di Ohio mengatakans emakin banyak alkohol yang diminum, akan semakin besar pula kemungkinan untuk terjadi kerusakan otot jantung.
Gentry menambahkan neneknya juga tidak merokok. Inilah yang diyakini Eunice bisa membuatnya hidup sehat dan panjang umur.
Ya, rokok sudah menjadi rahasia umum merupakan pemancing datangnya penyakit. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science oleh Ludmil Alexandrov dan kawan-kawan dari Los Alamos National Laboratory, Amerika Serikat, menunjukkan perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok per hari mengalami 150 mutasi di tiap sel paru-paru mereka. Mutasi sel ini berkaitan dengan risiko mengalami kanker paru, salah satu penyakit kanker paling mematikan.
Merokok satu bungkus tiap hari juga menyebabkan 97 mutasi di setiap sel laring, 39 mutasi di faring, 23 mutasi di mulut, 18 di kandung kemih dan 6 mutasi di liver. Selain itu, para perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok per hari juga berisiko mengalami kanker mulut, kanker kandung kemih dan juga kanker hati.
Dalam hidup berserak pilihan-pilihan, misalnya untuk menjadi si penuntut atau orang yang gemar bersyukur atas semua hal yang didapat. Nah, Eunice memilih yang kedua. Dia meyakini bahwa setiap orang tidak akan selalu mendapat apa yang diinginkan, namun akan mendapatkan yang dibutuhkan.
Sebagai ucapan syukur, Eunice rajin pergi ke gereja dan menghadiri ibadah. Selain itu syukur dan optimistis yang dimiliki membantunya melewati depresi berat setelah kematian suaminya pada 1991.
Bagaimana, terinspirasi untuk hidup sehat seperti yang Eunice lakukan?
Baca juga: Bukan Cuma Teori, Hidup Bahagia Memang Bikin Panjang Umur
(vit/up)