Namun dr Esther Kristiningrum dari divisi medis Kalbe Farma mengatakan kadang kesemutan terlebih bila sering terjadi bisa juga jadi tanda lebih serius. Sebagai contoh pada pasien diabetes misalnya kesemutan bisa jadi gejala sudah terjadi adanya kerusakan saraf.
"Kesemutan atau istilah medisnya parestesia pada penderita diabetes bisa karena ada neuropati (kerusakan saraf -red)... Ini disebabkan karena kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama merusak saraf," kata dr Esther dalam temu media di hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kesemutan di Ujung-ujung Jari, Indikasi Penyakit Stroke?
"Kalau terjadi baal di kaki terus dia menginjak bara atau paku, nanti diam saja dia karena nggak terasa. Tahu-tahu sudah luka saja, infeksi, dan kita tahu kalau luka pada pengidap diabetes lebih sulit untuk sembuh," kata dr Esther.
Bila kesemutan dirasakan terus terjadi dan dalam waktu lama dr Esther menyarankan agar seseorang segera menemui dokter.
"Memang sih kesemutan yang kita semua mungkin pernah rasakan biasanya karena saraf tertekan. Penyebabnya karena duduk sila atau duduk kurang mobilitas dalam waktu lama. Kalau kesemutan yang itu enggak ada masalah," pungkas dr Esther.
Baca juga: Sering Kesemutan, Bisa Jadi 4 Penyakit Ini Penyebabnya
(fds/vit)











































