Kenapa Trauma Otak Bisa Terjadi dan Apa Bahayanya?

Kenapa Trauma Otak Bisa Terjadi dan Apa Bahayanya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 25 Jan 2017 19:10 WIB
Kenapa Trauma Otak Bisa Terjadi dan Apa Bahayanya?
Foto: thinkstock
Jakarta - Otak bisa dibilang sebagai organ terpenting di dalam tubuh sehingga ia dilindungi oleh tulang tengkorak yang kuat dan juga selaput di bagian dalam. Namun karena sifatnya yang sensitif tetap saja otak masih bisa rentan terhadap cedera.

Ketika kepala terbentur, meski dari luar mungkin tidak terlihat ada darah mengalir trauma pada otak bisa tetap terjadi. Hal ini dijelaskan oleh dr Esther Kristiningrum dari departemen medis Kalbe Farma. Menurutnya ini terjadi umumnya karena otak terbentur dengan tengkorak saat kepala terguncang.

Baca juga: Ringan Atau Berat, Efek Gegar Otak Dapat Bertahan Hingga Bertahun-tahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sifat otak yang lunak di dalam tengkorak kepala bisa diumpamakan seperti agar-agar di dalam mangkuk tertutup. Ketika mangkuk diguncangkan dari luar mungkin tidak tampak kerusakan tetapi agar-agar didalamnya bisa saja rusak.

Dampak yang terjadi bisa beragam tergantung dari tingkat cedera mulai dari penurunan kesadaran hingga kematian. Data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencatat sepanjang tahun 2005 ada 434 pasien cedera otak ringan dan 315 pasien cedera otak sedang. Sebanyak 23 kasus di antaranya meninggal dunia.

Penyebab kasus trauma otak ini disebut dr Esther terjadi sebagian besar karena kecelakan lalu lintas yaitu sekitar 60 persen seperti dikutip dari jurnal Neuroanestesi Indonesia. Disusul karena terjatuh dari ketinggian yaitu sekitar 20 sampai 30 persen dan 10 persen terakhir karena penyebab lain.

"Mungkin tawuranlah ditonjok atau apa bisa juga jadi trauma," kata dr Esther dalam temu media di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

"Kenapa kecelakaan lalu lintas paling banyak karena kita masih suka main handphone sambil nyetir," pungkasnya.

Baca juga: Pusing dan Mual Akibat Benturan di Kepala, Gejala Gegar Otak?


(fds/vit)

Berita Terkait