Meratakan Warna Kulit yang Belang dengan Vitamin C, Efektifkah?

Meratakan Warna Kulit yang Belang dengan Vitamin C, Efektifkah?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 26 Jan 2017 09:05 WIB
Meratakan Warna Kulit yang Belang dengan Vitamin C, Efektifkah?
Foto: thinkstock
Jakarta - Meratakan warna kulit yang belang kerap menjadi keinginan bagi sebagian orang. Sehingga tak heran jika mereka rela melakukan apa saja termasuk yang kini sedang populer yakni suntik vitamin C. Namun sebelum memutuskan memakai metode ini, pahami dulu apakah efektif untuk meratakan warna kulit yang belang?

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre mengatakan bahwa secara umum suntik vitamin C bisa membantu mencerahkan warna kulit, namun tidak bisa meratakan warna kulit secara keseluruhan.

"Karena efek dari suntik vitamin C memutihkan yang sudah putih dan memutihkan yang tidak merata, sehingga walau kulit tambah putih tapi tetap akan ada perbedaan warna antara yang putih dan yang kecoklatan," terang dr Darma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sering Suntik Vitamin C untuk Wajah, Waspada Risiko Batu Ginjal

Menurut dr Darma suntik vitamin C atau suntik putih sejatinya aman dilakukan. Akan tetapi suntik ini sifatnya tidak permanen dan bukan merupakan prosedur medis. Secara ilmiah, hingga saat ini belum ada obat ataupun suntikan apapun yang dapat membuat seseorang berkulit gelap untuk memiliki kulit putih.

"Untuk meratakan warna kulit lebih baik dipilih perawatan body peeling atau krim yang berperan mencerahkan warna kulit, terutama dioleskan pada bagian kulit yang berwarna kecoklatan sehingga lama-kelamaan warnanya akan menjadi sama," saran dokter yang berdomisili di Bali ini.

Sementara itu, dr Eddy Karta, SpKK dari Edmo Clinic Jakarta menjelaskan bahwa penyebab warna kulit tidak merata dapat disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Mulai dari faktor eksternal seperti pajanan sinar matahari atau adanya penyakit kulit hingga faktor internal seperti status nutrisi, faktor genetik, kelainan pigmentasi bawaan, dan juga adanya kelainan metabolisme.

"Pengobatan yang paling baik tentu saja dicari sumber utama penyebabnya, apakah faktor eksternal atau internal. Sementara suntikan vitamin C bila diberikan dengan dosis dan frekuensi yang tepat dapat menjadi tambahan terapi walaupun hasilnya masih bervariasi," tutur dr Eddy.

Baca juga: Maraknya Tren Suntik Vitamin C

(hrn/vit)

Berita Terkait