Kemenkes: Sampai Saat Ini Antraks di Yogyakarta Masih Suspect

Kemenkes: Sampai Saat Ini Antraks di Yogyakarta Masih Suspect

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 26 Jan 2017 16:34 WIB
Kemenkes: Sampai Saat Ini Antraks di Yogyakarta Masih Suspect
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kementerian Kesehatan menyebut hingga saat ini kasus antraks di Kulon Progo, Yogyakarta, masih berupa dugaan hingga ditemukan bukti-bukti lebih lanjut. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak panik dan resah.

"Sampai saat ini masih suspect antraksnya. Dan ingat ya, dua kali masa inkubasi tidak ditemukan kasus baru maka antraks di Yogyakarta ditutup, karena tidak ada ditemukan lagi penyebaran baru, itu prinsip epidemiologinya," tutur dr HM Subuh, selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan, ditemui di Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dijelaskan dr Subuh, masa inkubasi bakteri antraks adalah 7 hari. Sehingga masa surveilans dua kali inkubasi dihitung sebagai 14 hari sejak pertama kali ditemukannya bakteri antraks pada hasil kultur darah, dan hingga saat ini memasuki hari ke-16 tidak ditemukan adanya kasus infeksi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Subuh menambahkan sejatinya bakteri antraks bisa ditemukan di mana saja, terutama di tanah, termasuk rumput-rumput di peternakan sapi. Dalam sebagian besar waktu hidupnya, bakteri antraks hidup dalam keadaan dormant atau tertidur.

Baca juga: Kemenkes Teliti Dugaan Kasus Antraks di Laboratorium Balitbangkes

Namun ketika cuaca tidak menentu, ditunjang dengan kondisi sistem imun yang tidak baik, antraks bisa hidup dan menginfeksi manusia secara langsung. Infeksi juga bisa terjadi melalui konsumsi daging sapi, kerbau, unta hingga kambing.

"Asal ditemukan, diobati, bisa sembuh. Obatnya antibiotik dan ada di puskesmas. Jangan dibayangkan antraks itu seperti bioterorisme di film, yang sengaja dimasukkan gitu lalu dihirup langsung berbahaya. Nggak seperti itu," tambahnya.

Meski begitu, dr Subuh juga meminta masyarakat untuk tetap waspada. Cari informasi dari sumber terpercaya tentang bagaimana cara mencegah antraks, fakta-faktanya, dan apa yang harus dilakukan ketika dicurigai mengalami.

"Jangan lupa juga masak dagingnya dengan matang. Sebenarnya yang aman itu makan daging rendang, karena sudah dimasak lama pasti matilah semua kuman. Jangan disatai karena masaknya cuma tiga perempat matang," tutupnya.

Baca juga: Pasien Meninggal di RSUP Dr Sardjito, Hasil Lab Ada Bacillus anthracis (mrs/vit)

Berita Terkait