Identitas mahasiswa tersebut bernama Alex Rossetta dan Luke Parkin dari departemen ilmu olahraga. Keduanya diketahui berpartisipasi dalam studi yang ingin melihat dampak kafein terhadap olahraga.
Menurut jaksa penuntut Adam Farrer seharusnya Alex dan Luke mendapat asupan kafein sebesar 0,3 gram. Namun karena ada kekeliruan dari perhitungan keduanya mendapatkan asupan 30 gram kafein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diketahui kematian karena overdosis bisa terjadi hanya dengan dosis 18 gram kafein. Beruntung penanganan dilakukan cepat, kedua mahasiswa di bawa ke instalasi gawat darurat dan kini sudah pulih meski pada Alex dilaporkan ada efek samping hilang ingatan jangka pendek.
"Para staf tidak berpengalaman atau tidak cukup kompeten untuk menjalankan studi ini sendiri," kata Adam seperti dikutip dari BBC, Kamis (26/1/2017).
"Pihak universitas di sini tidak mengambil langkah untuk benar-benar memastikan para staf mengerti bagaimana cara melakukannya," lanjut Adam.
Diketahui penyebab kesalahan kalkulasi karena kalkulator yang digunakan. Tanda desimal kalkulator berbeda dari yang biasa dipahami oleh staf dan juga tidak ada penilaian risiko sebelum studi berlangsung.
Gejala overdosis kafein sendiri bisa beragam untuk tiap individu. Beberapa contohnya seperti tangan bergetar, mata berkedut, jantung berdebat, sesak napas, kejang-kejang, hingga hilang kesadaran.
Baca juga: Kenali Gejala Akibat Overdosis Kafein (fds/vit)











































