Senin, 30 Jan 2017 15:35 WIB

Peneliti Chimera Manusia-babi Berjanji Tak Akan Ciptakan Monster

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: BBC
Jakarta - Para peneliti dari Salk Institute, Amerika Serikat (AS), pada beberapa waktu lalu melaporkan dalam jurnal Cell telah berhasil menciptakan embrio chimera menggunakan materi genetik dari manusia dan babi. Embrio tersebut dibiarkan hidup berkembang selama 28 hari lalu kemudian dianalisa.

Profesor Juan Carlos Izpisua Belmonte selaku salah satu peneliti yang terlibat mengaku sadar bahwa studinya bersifat kontroversial. Namun studi tetap dilakukan dengan tujuan ingin agar suatu saat ada cara menyelesaikan masalah ketersediaan organ untuk transplantasi.

Baca juga: Embrio Chimera Manusia-Babi Berhasil Diciptakan

"Kami membatasi penelitian, embrio cukup berkembang satu bulan di dalam rahim babi. Alasannya karena untuk saat ini sudah cukup bagi kami untuk mengerti bagaimana sel-sel bercampur, membagi diri, dan berintegrasi," kata Prof Carlos seperti dikutip dari BBC, Senin (30/1/2017).

"Ada satu kemungkinan membiarkan embrio hewan ini lahir, tapi untuk sekarang sepertinya ini adalah sesuatu yang tak boleh kita biarkan terjadi," lanjut Prof Carlos.

Sel manusia berwarna hijau menyala pada embrio chimeraSel manusia berwarna hijau menyala pada embrio chimera Foto: BBC


Peneliti lain Dr Jun Wu mengaku bahwa memang masyarakat kemungkinan besar akan memiliki pandangan negatif dan ketakutan terhadap mahluk chimera. Namun sekali lagi ia menegaskan bahwa timnya tidak sedang berusaha untuk menciptakan monster.

"Ketika publik mendengar kata chimera mereka selalu mengasosiasikannya dengan mitologi Yunani, selalu ada ketakutan yang mengiringi. Tapi gambaran malaikat sebetulnya juga chimera dan itu adalah hal positif. Harapannya (studi -red) dapat membantu masalah kekurangan organ di dunia, bukan menciptakan monster," pungkas Dr Wu.

Baca juga: Lawan Penyakit, Ilmuwan Ingin Perbanyak Rekayasa Genetik Serangga (fds/up)