Selasa, 31 Jan 2017 20:09 WIB

Penjelasan di Balik Fenomena 'Tindihan' Saat Tidur

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Saat tidur, pernahkah Anda seperti sudah sadar tapi susah menggerakkan badan? Nah, kondisi ini di masyarakat kerap disebut dengan tindihan. Kadang kala, fenomena ini sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Dalam pandangan medis, dr Frandy Susatia SpS mengatakan fenomena 'tindihan' biasa disebut saraf yang kaku. Hal ini mengakibatkan seseorang tidak mampu menggerakkan badannya saat sadar dari tidur.

"Hal itu karena kekurangan kalsium. Makanya seseorang harus konsumsi kalsium dengan cukup," ucap dokter yang praktik di RS Siloam Kebon Jeruk ini kepada detikHealth baru-baru ini.

Ia menjelaskan, saat kekurangan kalsium, seseorang akan merasa lemas hingga menyebabkan saraf kaku saat tidur. Akibatnya, kadang kali terjadilah fenomena tindihan ini.

Baca juga: Dokter Saraf: Ketindihan Bukan Ditarik Setan, Apalagi Santet

"Biasanya orang kalau tidur kan sarafnya lemas, tapi ini kebalikannya. Harusnya lemas malah kaku nggak bisa gerak, lama startnya (bergerak)," sambung dr Frandy.

Nah, kekurangan kalsium dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan. Ia memberi contoh seseorang yang mengonsumsi pizza dan soda hingga kenyang pada malam harinya, bisa menyebabkan saraf kaku di keesokan harnya.

Untuk itu, dr Frandy menyarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Prinsipnya, terapkan aturan konsumsi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi.

Baca juga: Mau Sehat? Kurangi Asupan Karbohidrat (rdn/rdn)