"Dalam kasus abses gigi ada yang namanya anatomical barrier, jadi infeksi tidak langsung menyebar tapi ditahan oleh struktur anatomi di sekelilingnya. Pada gigi geraham bungsu, karena posisinya paling belakang, anatomical barriernya kurang mendukung," tutur spesialis bedah mulut dan maksilofasial drg Dhanni Gustiana SpBMM, dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (2/2/2017).
Nah, jika sudah terinfeksi dan terjadi abses, maka umumnya langsung terjadi bengkak di bawah struktur tulang rahang. Akibatnya, bakteri penyebabnya jadi bisa langsung nyebar ke mana-mana, termasuk ke organ tubuh lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata drg Dhanni, ketika area gigi geraham bungsu terjadi abses, terjadi bengkak di rahang dan bawah leher. Struktur anatomi gigi geraham bungsu menyebabkannya kurang bisa menahan penyebaran bakteri melalui aliran darah ke organ lainnya.
"Untuk geraham bungsu, sebaiknya diambil saja. Karena geraham bungsu itu sulit untuk dibersihkan. Penelitian mengatakan tanpa geraham bungsu ini fungsi pengunyahan tidak terganggu sama sekali," imbuhnya.
Meski seseorang sudah rutin membersihkan karang gigi dan menggosok gigi, namun karena posisi gigi geraham bungsu tidak lurus, menyebabkan pembersihannya kurang optimal. Sikat gigi sering kali tidak sampai ke gigi geraham bungsu karena posisinya yang ada di lengkung terakhir rahang.
"Saya lebih menganjurkan untuk diambil saja. Kecuali kalau berisiko untuk diambil, misalnya karena dekat saraf, maka akan pakai cara lain. Tapi semuanya umumnya perlu pembedahan terlebih dahulu," lanjut alumnus World Health Organization Collaborating Centre (WHOCC), Centre for Oral Health Care Planning and Future Scenarios College of Dental Science, St Radboud University –Nijmegen, Belanda, ini.
Karena evolusi, tidak semua manusia memiliki gigi geraham bungsu. Dan karena evolusi juga, di mana manusia modern makan makanan yang lebih lunak ketimbang nenek moyangnya, menyebabkan antara lain rahang yang mengecil namun jumlah gigi masih sama, sehingga gigi geraham bungsu kerap kali tumbuh miring atau impaksi. Ini pula yang kemudian menyebabkan sisa makanan tidak bisa dibersihkan dengan optimal sehingga rentan terjadi abses.
Baca juga: Kenapa Sakit Gigi Bisa Jadi Mematikan? (vit/fds)











































