Pemakaian Cat Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker?

ADVERTISEMENT

Pemakaian Cat Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker?

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Senin, 06 Feb 2017 14:00 WIB
Foto: Ilustrasi rambut yang baru saja dicat (iStock)
Jakarta - Penggunaan cat rambut yang notabene terdiri dari bahan kimia kerap dikaitkan dengan risiko terganggunya kesehatan. Misalnya saja ada efek buruk bagi janin jika dipakai oleh ibu hamil. Bahkan, penggunaan cat rambut juga tak lepas dari kabar bisa memicu kanker otak pada seseorang.

Apa kata dokter soal hal ini? "Kalau pewarna rambut (bisa memicu kanker otak) memang belum ada data pastinya. Tapi setahu saya mungkin bisa saja memicu kanker," kata dr Rozaenah, MM dari RS Kanker Dharmais, kepada detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Bikin Orang Tak Berdaya, Kanker Otak Bisa Menyerang Siapa Saja

Ia menjelaskan risiko kanker bisa saja ada, jika pewarna rambut sampai atau terserap pada kulit kepala. Sedangkan mewarnai rambut umumnya hanya dilakukan sebatas di bagian luar kepala, sehingga kumungkinan terserap juga lebih kecil.

"Tapi rambut itu kan bagian luar saja dan ini belum ada data pastinya juga ya," tegas dr Rozaenah.

Sementara dikutip dari CNN, profesor epidemiologi dan kesehatan lingkungan dari Yale School of Medicine, Tongzhang Zheng, mengatakan perempuan yang telah mewarnai rambut selama 24 tahun atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker limfoma non-Hodgkin.

"Wanita yang menggunakan produk pewarna rambut yang gelap secara permanen lebih dari 25 tahun menunjukkan peningkatan risiko kanker tertinggi," ucap Zheng.

Untuk itu jika hendak mengecat rambut sebaiknya menggunakan bahan yang memang sudah terbukti aman. Selain itu, pastikan cat rambut memang hanya menempel di rambut saja, bukan di kulit kepala yang dikhawatirkan bisa terserap .

Baca juga: Benarkah Cat Rambut Mempengaruhi ASI? Ini Penjelasannya

(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT