Benjolan Kanker Payudara Wanita Ini Baru Teraba Saat Berbaring

Benjolan Kanker Payudara Wanita Ini Baru Teraba Saat Berbaring

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 06 Feb 2017 16:30 WIB
Benjolan Kanker Payudara Wanita Ini Baru Teraba Saat Berbaring
Foto: Facebook Halyley Browning
Chelmsford, Inggris - Sebagai deteksi dini kanker payudara, perempuan ini rutin melakukan Sadari alias periksa payudara sendiri. Nah, benjolan abnormal di payudara baru teraba saat dirinya berbaring.

Adalah Hayley Browning yang menemukan benjolan tak normal di payudaranya sembari berbaring. Dari situ, dia kemudian memeriksakan diri dan ternyata benjolan itu adalah kanker payudara. Atas pengalamannya itu, Hayley pun mencoba berbagi dengan menuliskan kisah deteksi dininya di Facebook.

"Tiga pekan lalu saya didiagnosis kanker payudara. Saya cuma bisa merasakan benjolan itu saat berbaring, karena pada saat berdiri benar-benar menghilang (benjolannya)," ujar Hayley di laman Facebook-nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata dia, jika upaya Sadari dilakukannya dalam keadaan berdiri, maka benjolan itu tidak akan pernah diketahui. Mungkin dirinya baru menyadari saat kanker sudah begitu besar dan jadi tak bisa ditangani. Karena itulah dia menganjurkan Sadari tak hanya dilakukan sambil berdiri, namun juga sambil berbaring.

"Saya berharap bisa berbagi trik kecil dengan sebanyak mungkin orang, yang mungkin bisa menyelamatkan hidup orang lain," imbuh Hayley.

Dikutip dari news.com.au, CEO Cancer Council Australia CEO Sanchia Aranda mengatakan pengecekan benjolan di payudara dalam posisi berbaring biasanya dilakukan oleh para profesional seperti dokter. Cara mengecek benjolan di payudara sambil berbaring adalah dengan menempatkan lengan di bawah kepala.

Selanjutnya gunakan tangan yang satu untuk meraba area payudara yang berlawanan. Misalnya tangan kanan untuk meraba payudara kiri dan sebaliknya. Ceklah area sekitar ketiak hingga ke payudara dan tulang selangka.

Benjolan Kanker Payudara Wanita Ini Baru Teraba Saat Berbaring Foto: Facebook Halyley Browning
Sanchia menambahkan benjolan atau semacam gumpalan di payudara tidak selalu tanda kanker. Kondisi ini umumnya dialami perempuan menjelang menstruasi. Hormon yang berubah selama siklus menstruasi bisa menyebabkan munculnya semacam benjolan.

Baca juga: Ingat, Kanker Payudara Tidak Hanya Menghantui Perempuan

"Ada yang merasa ada gumpalan sepanjang waktu, ada yang hanya saat menstruasi saja. Jika Anda tahu apa yang normal pada diri Anda, maka Anda akan tahu juga saat ada yang tidak normal," tutur Sanchia.

Untuk kasus kanker payudara, 90 persen ditandai dengan munculnya benjolan. Jika menemukan benjolan di payudara, sebaiknya jangan dipencet-pencet atau diurut-urut. Kata dr Walta Gautama, SpB (K)Onk, jika benjolan tersebut merupakan kanker maka pemencetan atau pengurutan seringkali bisa memicu perkembangan.

Untuk benjolan yang bersifat kanker, terkadang muncul tanpa disertai rasa sakit. Umumnya benjolan yang sifatnya jinak biasanya bisa digerakkan. Sementara benjolan yang bersifat ganas biasanya malah menetap atau menempel di otot sehingga tidak bisa digerakkan. Untuk sisi permukaan, benjolan jinak bisa dirasakan misalnya berbentuk oval, tapi kalau ganas permukaannya bisa berdumpul-dumpul atau tidak rata. Untuk itu hendaknya dicek dulu benjolan apakah itu.

Selain benjolan, gejala kanker payudara diketahui bisa juga muncul dalam perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan pada puting, perubahan tekstur kulit sekitar payudara, dan apabila ada cairan yang keluar dari puting.

Baca juga: Kisah Wanita dengan Kanker Payudara dan Foto Lemon yang Viral

Benjolan Kanker Payudara Wanita Ini Baru Teraba Saat Berbaring Foto: detikcom
(vit/ajg)

Berita Terkait