Namun demikian masih dalam sisi psikologi sering bepergian juga disebut dapat memiliki dampak buruk. Studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Columbia University melihat bahwa orang yang sering bepergian standar nilai moralnya menurun.
Baca juga: Nyaman Bepergian Walaupun Mengidap Diabetes, Ini Tipsnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan menggunakan berbagai metode, delapan studi sudah menetapkan bahwa paparan pengalaman asing dapat berujung pada perilaku tidak bermoral lewat peningkatan relatifismenya. Kepercayaan seseorang terhadap nilai moral lama-lama dipandang relatif tidak lagi sesuatu yang absolut," tulis peneliti seperti dikutip dari Journal of Personality and Social Psychology, Kamis (9/2/2017).
Apa yang terjadi bila nilai moral menurun? Peneliti mengatakan bahwa kecenderungan untuk selingkuh akan menjadi lebih besar. Terbukti dari eksperimen yang dilakukan pada 215 mahasiswa dalam rentang waktu setahun.
Sebanyak 30 persen responden selingkuh pada percobaan bepergian pertama. Sementara itu 47 persen responden selingkuh pada percobaan bepergian kedua dan ketiga.
"Meski pengalaman asing dapat mendorong orang-orang untuk mendobrak peraturan mentalnya, hal yang sama mungkin juga mendorong orang untuk membengkokan aturan moralnya," tulis peneliti.
Baca juga: Studi Ini Sebut Sering Bepergian Bisa Sebabkan Kegemukan (fds/vit)










































