Jakarta -
Mammografi merupakan salah satu prosedur deteksi dini kanker payudara. Dengan mammografi, dokter dapat melihat apakah ada tumor di payudara yang biasanya berhubungan erat dengan kanker.
"Mammografi akurasinya bisa sampai 95 persen, sementara USG (ultrasonografi) hanya 65 sampai 75 persen. Anjuran mammografi dilakukan oleh wanita berusia di atas 45 tahun," tutur dr Vera Nevyta Tarigan, SpRad, dalam temu media di RS Siloam Kebon Jeruk, baru-baru ini.
Meski begitu, dr Vera mengatakan ada kondisi di mana pemeriksaan mammografi berkurang akurasinya. Kondisi apa saja? Dirangkum detikHealth, berikut 4 di antaranya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Berpayudara Besar Atau Kecil Wanita Tetap Berisiko Kanker Payudara
1. Payudara terlalu kecil
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Mammografi dilakukan dengan menjepit payudara dengan alat sebelum dilakukan pemindaian. Penjepitan dilakukan untuk memaksimalkan keakuratan pemeriksaan."Pada payudara kecil ya susah jadinya karena kan harus dijepit. Nanti pemindaiannya jadi nggak sempurna," paparnya.
2. Payudara terlalu besar
Foto: thinkstock
|
Sama seperti halnya payudara yang terlalu kecil, payudara terlalu besar juga sulit dimamografi. Sebabnya, ada kemungkinan penjepitan payudara tidak optimal karena ukurannya yang terlalu besar."Kalau payudara besar banget biasanya kita USG saja. Tapi USG juga harus teliti menyapunya kan semua bagian harus terperiksa dengan baik," tandasnya lagi.
3. Pernah Suntik silikon
Foto: thinkstock
|
Wanita yang pernah melakukan suntik silikon untuk memperbesar payudara sulit diperiksa mammografi. Alasannya, silikon yang ada di dalam payudara tidak bisa dibedakan dengan tumor saat dipindai oleh alat."Hasil fotonya sama silikon dengan tumor, kita jadi nggak tahu apakah ini tumor atau bukan. Bahkan silikonnya bisa masuk sampai jaringan otot, ini kan sangat menyulitkan kita," ungkapnya lagi.
4. Berusia di bawah 40 tahun
Foto: Thinkstock
|
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan mammografi dianjurkan bagi wanita yang sudah berusia di atas 45 tahun. Hal ini karena saat usia 45, payudara wanita sudah berkurang kepadatan jaringan susunya dan bisa dipindai dengan baik."Kalau masih 20-an masih banyak jaringan susu sehingga sulit dipindai. Makin tua, jaringan susu akan berganti jadi lemak. Ini juga yang menyebabkan kepadatan payudara wanita muda dan tua berbeda," tutupnya.
Mammografi dilakukan dengan menjepit payudara dengan alat sebelum dilakukan pemindaian. Penjepitan dilakukan untuk memaksimalkan keakuratan pemeriksaan.
"Pada payudara kecil ya susah jadinya karena kan harus dijepit. Nanti pemindaiannya jadi nggak sempurna," paparnya.
Sama seperti halnya payudara yang terlalu kecil, payudara terlalu besar juga sulit dimamografi. Sebabnya, ada kemungkinan penjepitan payudara tidak optimal karena ukurannya yang terlalu besar.
"Kalau payudara besar banget biasanya kita USG saja. Tapi USG juga harus teliti menyapunya kan semua bagian harus terperiksa dengan baik," tandasnya lagi.
Wanita yang pernah melakukan suntik silikon untuk memperbesar payudara sulit diperiksa mammografi. Alasannya, silikon yang ada di dalam payudara tidak bisa dibedakan dengan tumor saat dipindai oleh alat.
"Hasil fotonya sama silikon dengan tumor, kita jadi nggak tahu apakah ini tumor atau bukan. Bahkan silikonnya bisa masuk sampai jaringan otot, ini kan sangat menyulitkan kita," ungkapnya lagi.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan mammografi dianjurkan bagi wanita yang sudah berusia di atas 45 tahun. Hal ini karena saat usia 45, payudara wanita sudah berkurang kepadatan jaringan susunya dan bisa dipindai dengan baik.
"Kalau masih 20-an masih banyak jaringan susu sehingga sulit dipindai. Makin tua, jaringan susu akan berganti jadi lemak. Ini juga yang menyebabkan kepadatan payudara wanita muda dan tua berbeda," tutupnya.
(mrs/vit)