Kolam air yang tidak terperhatikan oleh Daniel membuat eskavator yang dikendarainya terjungkal. Parahnya di dalam kolam sebagian dari tubuh Daniel terjebak oleh tiang kerangka eskavator sehingga ia tidak bisa naik ke permukaan.
Daniel berada di posisi telungkung dengan badan terhimpit escavator di dasar kolam. Awalnya ia mencoba menggali lumpur yang ada di dasar tetapi tidak berhasil malah membuatnya terjebak semakin dalam. Pada akhirnya Daniel menyerah berusaha keluar sendiri dan memilih menunggu pertolongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berpikir akan sangat tragis bagi anak-anak saya ketika mereka pulang ke rumah dan menemukan ayah mereka meninggal di dalam kolam," kata Daniel kepada BBC dan dikutip pada Minggu (12/2/2017).
Baca juga: Kisah Pria Cari Penyelamatnya Saat Kolaps di Ajang Half Marathon
Beruntung di rumah sang istri pernah memaksa Daniel untuk belajar yoga. Ada satu pose bernama pose kobra yang pada akhirnya ia gunakan untuk bisa membuat wajahnya bertahan di atas permukaan air. Selama dua jam Daniel mempertahankan pose tersebut.
"Saya terperangkap dan berusaha sebisa mungkin mengangkat kepala di atas permukaan air dengan tangan. Saya pikir ini seperti posisi kobra," lanjut Daniel.
Hingga pada akhirnya ada tetangga yang mendengar dan langsung meminta bantuan. Petugas paramedis datang ke lokasi dan menemukan bahwa Daniel sudah terkena hipotermia.
Regu pemadam kebakaran lalu dipanggil untuk mengeringkan air di kolam. Setelah itu Daniel secara hati-hati dikeluarkan dan dikirim menggunakan helikopter ke rumah sakit.
"Bagaimana dia bisa melengkungkan tubuhnya dengan hidung di atas permukaan air sangat luar biasa. Terutama selama itu," ungkap salah satu regu pemadam Steve Howard.
Baca juga: Cerita Casper, Anjing yang Menjadi Terapis di Rumah Sakit (fds/vit)











































