"Sembelit yang parah tidak hanya bisa membuat tidak nyaman, tapi ini bisa memicu tersumbatnya kolon (obstipasi) yang nantinya membutuhkan tindakan invasif ketimbang hanya pencahar," kata Lee Ann Chen, MD, ahli gastroenterologi di NYU Langone Medical Centre.
Nah, agar sembelit tak makin parah, ada beberapa hal yang mesti dihindari. Apa saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Konsumsi makanan olahan
|
Foto: iStock
|
"Ketimbang mengonsumsi makanan dengan fruktan cukup tinggi seperti roti, pasta, dan biskuit. Saat sembelit konsumsilah lebih banyak serat. Misalnya sayur, buah, kacang-kacangan, beras merah, oats, dan gandum. Usahakan konsumsi 25 sampai 30 gram serat per hari," tutur Theodore Sy, MD, ahli gastroenterologi di Saddleback Memorial Medical Center, Laguna Hills, California.
2. Minum alkohol atau minuman berkafein
|
Foto: thinkstock
|
Pada beberapa orang, konsumsi kafein juga justru bisa memicu diare. Sehingga, Shah menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi air putih, terutama ketika sembelit untuk tetap memastikan terpenuhinya kebutuhan cairan tubuh.
3. Konsumsi produk susu
|
Foto: iStock
|
"Nah, produk susu mengandung laktosa yang tinggi, termasuk susu sapi, es krim, krim, dan keju. Tapi, tidak semua produk susu bisa memicu kondisi ini. Sehingga, Anda bisa memilih produk susu dengan kandungan laktosa yang lebih rendah," kata Toyia.
4. Tidak berolahraga
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Olahraga menambah aliran darah ke organ vital di seluruh tubuh, termasuk sistem pencernaan dan meningkatkan metabolisme. Berbagai tipe olahraga yang bisa membantu mengatasi sembelit di antaranya jalan kaki, lari, bersepeda, renang, dan yoga. Anda tinggal memilihnya," kata Shah.
5. Konsumsi suplemen zat besi dan kalsium
|
Foto: thinkstock
|
Kadang, konstipasi bisa menjadi efek samping dari konsumsi dua jenis suplemen ini. Sehingga, pencahar bisa dikonsumsi untuk mengimbangi efek samping ini, tapi tetap harus di bawah pengawasan dokter ya.
6. Konsumsi obat antinyeri
|
Foto: Getty Images
|
7. Terlalu banyak konsumsi pencahar
|
Foto: thinkstock
|
Toyia mengatakan selain sembelit, efek samping terlalu banyak konsumsi pencahar di antaranya kejang, ketidakseimbangan elektrolit, aritmia jantung, dan nyeri otot. Nah, Toyia menyarankan jangan gunakan obat pencahar tanpa pengawasan dokter lebih dari satu atau dua minggu.
"Di atas waktu tersebut, konsultasikan dengan dokter Anda berapa dosis pencahar yang mesti dikonsumsi," ujar Toyia.
Halaman 2 dari 8










































