Senin, 20 Feb 2017 17:33 WIB

Penyebab Muncul Rasa Perih Saat Obat Antiseptik Diteteskan di Luka

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika bagian tubuh terluka, pemberian obat antiseptik pasti dilakukan sebagai tindakan pertolongan pertama. Nah tak jarang, obat antiseptik menimbulkan sensasi perih dan terbakar pada luka.

Seorang analis kimia dari Momenta Pharmaceuticals di Cambridge, Amerika Serikat, Joseph Glajch mengatakan, rasa perih dan terbakar yang terjadi pada luka disebabkan oleh etanol dan hidrogen peroksida yang merupakan bahan antiseptik. Kedua bahan tersebut dapat mengaktifkan reseptor dalam tubuh sehingga memicu sensasi perih dan terbakar.

Etanol mengaktifkan vanilloid receptor-1 atau yang dikenal VR1. Reseptor ini bekerja untuk menciptakan sensasi terbakar ketika terpapar suhu panas atau zat kimia, misalnya capsaicin dalam cabai.

"VR1 biasanya aktif dalam kondisi temperatur yang tinggi, seperti 42 derajat celcius atau di atasnya. Dan tidak akan aktif jika seseorang tidak terluka," ucap Glajch dikutip dari Live Science.

Baca juga: Jangan Bersihkan Luka dengan Alkohol, Ini Alasannya

Sementara itu, hidrogen peroksida mengaktifkan reseptor lain, yang dikenal sebagai transient receptor potential ankyrin 1 atau TRPA1. Kandungan biologi dari TRPA1 kurang dikenal dibandingkan VR1 namun memiliki fungsi yang hampir sama.

"TRPA1 mungkin berkaitan dengan sensasi perih yang disebabkan oleh H(2)O(2) atau hidrogen peroksida," sambung Glajch.

Lebih lanjut, Glaijch mengatakan sensasi perih dan terbakar yang disebabkan oleh etanol dan hidrogen peroksida hanya untuk sementara waktu. Hal tersebut pun tidak berbahaya karena tidak mengganggu hal yang lain.

Baca juga: Berniat Teliti Obat Kanker, Peneliti Ini Temukan Cara Cepat Pulihkan Luka (ajg/ajg)
News Feed