Seorang analis kimia dari Momenta Pharmaceuticals di Cambridge, Amerika Serikat, Joseph Glajch mengatakan, rasa perih dan terbakar yang terjadi pada luka disebabkan oleh etanol dan hidrogen peroksida yang merupakan bahan antiseptik. Kedua bahan tersebut dapat mengaktifkan reseptor dalam tubuh sehingga memicu sensasi perih dan terbakar.
Etanol mengaktifkan vanilloid receptor-1 atau yang dikenal VR1. Reseptor ini bekerja untuk menciptakan sensasi terbakar ketika terpapar suhu panas atau zat kimia, misalnya capsaicin dalam cabai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jangan Bersihkan Luka dengan Alkohol, Ini Alasannya
Sementara itu, hidrogen peroksida mengaktifkan reseptor lain, yang dikenal sebagai transient receptor potential ankyrin 1 atau TRPA1. Kandungan biologi dari TRPA1 kurang dikenal dibandingkan VR1 namun memiliki fungsi yang hampir sama.
"TRPA1 mungkin berkaitan dengan sensasi perih yang disebabkan oleh H(2)O(2) atau hidrogen peroksida," sambung Glajch.
Lebih lanjut, Glaijch mengatakan sensasi perih dan terbakar yang disebabkan oleh etanol dan hidrogen peroksida hanya untuk sementara waktu. Hal tersebut pun tidak berbahaya karena tidak mengganggu hal yang lain.
Baca juga: Berniat Teliti Obat Kanker, Peneliti Ini Temukan Cara Cepat Pulihkan Luka (ajg/ajg)











































