Di China, Dokter Pakai Kornea Babi untuk Dicangkokkan ke Manusia

Di China, Dokter Pakai Kornea Babi untuk Dicangkokkan ke Manusia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 21 Feb 2017 08:35 WIB
Di China, Dokter Pakai Kornea Babi untuk Dicangkokkan ke Manusia
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kurangnya stok organ donor terjadi hampir di semua negara. Di Amerika, 120.000 orang masuk ke dalam daftar tunggu transplantasi. Tetapi di China, angkanya lebih fantastis.

Tercatat di China terdapat 1,4 miliar yang masuk dalam daftar tunggu, artinya kasus kekurangan donor organ di Negeri Tirai Bambu nyatanya jauh lebih buruk.

Pada kenyataannya, donasi organ jarang terjadi di China, karena secara tradisi mereka harus membiarkan tubuh orang meninggal dalam keadaan utuh. Hal ini menyusahkan 4 juta orang di China yang terserang penyakit pada kornea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya sekelompok peneliti dari China Regenerative Medicine International (CRMI) berhasil menemukan solusinya. Mereka memanfaatkan bola mata babi sebagai pengganti donor mata dari manusia.

"Kami mencoba banyak hewan dan akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa kornea babi sangatlah mirip dengan manusia," kata sang CEO, Zheng Kang Shao seperti dilaporkan CBS News.

Sejauh ini kornea babi telah digunakan dalam 400 prosedur transplantasi kornea di China dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen. Salah satu penggunanya adalah Weiyun Shi, dokter bedah mata terkemuka dari CRMI.

Baca juga: Jantung Babi Bisa Ditransplantasikan ke Baboon, Buka Peluang Donor ke Manusia?

Namun Shi mengaku ketika menemui pasien yang membutuhkan cangkok kornea, ia tak selalu mengaku jika itu adalah kornea dari babi.

"Kami hanya mengatakan itu produk rekayasa. Kami khawatir kalau diungkapkan ke pasien, mereka akan menolaknya. Tetapi yang lain mungkin tak peduli, yang terpenting mereka bisa sembuh," lanjutnya.

Salah satu pasien Shi adalah seorang pekerja konstruksi bernama Li Ping. Ia baru-baru ini mengalami kebutaan di mata kirinya setelah terserang infeksi dan tak bisa bekerja lagi.

Oleh Shi, pria ini dirujuk untuk menjalani transplantasi yang menelan biaya hampir 6.000 dollar AS (Rp 80 juta lebih).

Awalnya ia tidak tahu jika ia 'berhutang' penglihatan pada seekor babi, meski kemudian tim dokter memutuskan untuk memberitahunya. "Tetapi ini jauh lebih baik daripada tidak bisa melihat sama sekali," tuturnya.

Baca juga: Remaja Ini Bisa Melihat Lagi Setelah Dapat Transplantasi Kornea Babi (lll/vit)

Berita Terkait