Oleh sebab itu para peneliti dunia hingga kini masih terus berlomba mencari cara yang paling efektif untuk menekan populasi nyamuk. Tujuan utamanya agar angka kesakitan bisa berkurang dan lebih banyak nyawa diselamatkan.
Nah berkaitan dengan hal tersebut peneliti dari Ifakara Health Institute, Tanzania, punya cara unik yaitu dengan menciptakan alat rumah tangga antinyamuk. Direktur Ifakara Health Institute Fredros Okumu mengatakan ide tersebut muncul dari keingin agar orang-orang bisa terus terlindungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menggunakan kain yang telah dicampur dengan zat penolak nyamuk Fredros beserta tim telah membuat berbagai benda seperti kursi, karpet, hingga sendal.
"Yang akan terjadi dari hal tersebut adalah orang-orang akan mendapat perlindungan sepanjang waktu," kata Fredros seperti dikutip dari CNN, Selasa (21/2/2017).
Fredros menjelaskan zat penolak nyamuk yang dipakai ke dalam bahan kain sifatnya sangat volatil. Oleh karena itu dari kejauhan saja sudah cukup mampu mengusir nyamuk dan nantinya ketika diterapkan ke dalam barang akan dilapisi kain lagi sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
Eksperimen menunjukkan bahwa kain penolak nyamuk bisa cukup efektif sampai enam bulan.
"Masalahnya sekarang apakah orang-orang mau membelinya... Sesuatu yang akan digunakan dalam jangka panjang harus dites secara menyeluruh," komentar ahli penyakit infeksi Flaminia Catteruccia dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Baca juga: Oles-oles Antinyamuk ke Kulit Bayi dan Anak, Amankah? (fds/vit)











































