Selasa, 21 Feb 2017 18:03 WIB

Studi Ini Sebut Ada Kaitan Antara Balet dan Kesehatan Mental

Puti Aini yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Beberapa orang ada yang hobi menari balet. Meski menawarkan gerakan yang cukup indah, peneliti sebut ada kaitan tari balet dengan kondisi mental seseorang.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Psychology of Music, studi yang dilakukan Telmo Serrano dan Helena Amaral Espiritio-Santo dari Miguel Torga Institute, Protugal, menyebut balet bisa membuat seorang anak terlalu terobsesi dengan suatu hal.

Studi ini melibatkan 113 anak berusia 9 hingga 16 tahun dan dibagi menjadi tiga kelompok observasi. Sebanyak 34,5 persen anak diberi pelatihan musik, 29,2 persen diberi pelatihan balet dan 36,3 persen tidak melakukan pelatihan apapun. Hasilnya, anak dengan latihan balet memiliki ketidakseimbangan psikologi dibandingkan dengan anak yang berlatih musik maupun tidak berlatih apapun.

"Data ini mengonfirmasi studi sebelumnya bahwa praktik balet memiliki dampak yang besar pada kesehatan mental," kata peneliti dikutip dari Fox News.

Baca juga: Black Swan: Harga yang Mahal untuk Sebuah Kesempurnaan

"Siswa balet menjadi lebih perfeksionis atau takut gagal. Kemudian, mereka cenderung menghindari situasi yang dapat menyebabkan kegagalan. Padahal, ini juga bisa berdampak pada saat remaja dan dewasa," sambungnya.

Dilansir Pacific Standard, beberapa siswa balet kerap menghindar dari situasi yang dapat menyebabkan kegagalan, bukan menghadapinya. Padahal, cara itu justru bisa membuat masalah makin menumpuk dalam jangka panjang.

"Siswa harus belajar untuk mencari solusi dan mengekspresikan seluruh perasaan mereka," kata peneliti.

Peneliti menambahkan balet sering kali terdiri dari tuntutan fisik, daya saing, sikap kritis, dan perfeksionisme pelatih. Tapi, diperlukan juga penerimaan dari kondisi fisik dan mental masing-masing murid. Peneliti berharap studi ini bisa memberi masukan pada pelatih balet agar bisa menerapkan metode pengajaran yang mendukung kesehatan mental bagi murid-muridnya.

Baca juga: Mary Helen Bowers, Balerina yang Tak Berhenti Menari Meski Hamil Tua



(rdn/vit)
News Feed