Rabu, 22 Feb 2017 12:35 WIB

Bikin Jamu Sendiri Tak Susah, Begini Cara yang Benar

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Surabaya - Minuman herbal tradisional seperti jamu memang dikenal berkhasiat. Tetapi salah sedikit dalam pengolahannya, bukan tidak mungkin khasiatnya menjadi pudar, bahkan hilang begitu saja.

Dijelaskan Prof Dr Mangestuti Agil, MS, Apt, dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, inti dari mengolah tanaman herbal menjadi jamu terletak pada proses memindahkan kandungan yang ada dalam tanaman tersebut.

Idealnya adalah dengan menggunakan cara yang juga dipakai nenek moyang, yaitu ditumbuk, kemudian ditambah air sedikit demi sedikit lalu diperas.

"Orang zaman dahulu sudah paham bagaimana cara menghindari panas karena kalau terkena panas kandungannya akan hilang," tuturnya dalam Herba Talks di Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (21/2/2017).

Akan tetapi Guru Besar Ilmu Botani Farmasi dan Farmakognosi itu mengatakan cara ini memang memakan waktu. Bagi mereka yang sibuk, ada kalanya merebus bahan tanaman herbal untuk jamu juga diperbolehkan. Konsekuensinya, zat-zatnya memang akan berkurang.

"Nggak apa-apa berkurang, yang penting dikonsumsi secara rutin. Lagipula makin bertambah usianya, makin lama efeknya pada tubuh. Jika diminum rutin, lama-lama juga akan berdampak," terangnya lagi.

Baca juga: Meski Banyak Herba Berkhasiat, Tapi Tak Boleh Dikonsumsi Asal-asalan

Yang terpenting bahan baku yang dipilih dalam keadaan prima dan bersih. Faktor ini pulalah yang menentukan kualitas jamu yang dihasilkan nantinya.

Perlu diingat bahwa setelah dikupas bersih, bahan herbal tersebut diiris harus tipis-tipis. Mengapa harus tipis-tipis? "Ini agar memberi kesempatan atau memfasilitasi senyawa dalam bahan ini masuk ke jamu," lanjutnya.

Alat pengolahannya juga diupayakan agar tidak sembarangan, agar ketika dipanaskan, kandungan di dalam herbal tidak larut begitu saja. Ia menyarankan untuk menggunakan alat masak yang terbuat dari baja atau stainless steel.

Begitu pula saat penyimpanan. Jamu yang baik disimpan di botol kaca, bukan botol plastik sebab kandungan bahan kimia dalam plastik bisa ikut larut ke dalam jamu.

Baca juga: Begini Caranya Agar Tampak Lebih Keren Saat Ngemil Sehat

Terakhir, Prof Manges mengingatkan, sekali membuat jamu, ampasnya sebaiknya langsung dibuang saja atau jangan digunakan lagi.

"Dikhawatirkan ada jamur yang tumbuh di bahan jamu lalu memicu munculnya aflatoksin yang bisa merusak liver atau hati," pungkasnya.

(lll/vit)