Siti Nur Futikhah, AMd.Gz, ahli gizi dari RSAL Dr Ramelan Surabaya menjelaskan, penyandang diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi serat yang bisa diperoleh dari banyak sumber.
Di antaranya sayuran, buah dan kacang-kacangan, maupun karbohidrat yang tinggi serat. Dalam sehari, ukurannya adalah kurang lebih 25 gram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Agar Gula Darah Terkontrol, Pasien Diabetes Harus Pantang Banyak Asupan?
Serat juga dapat dimanfaatkan oleh penyandang diabetes yang memiliki segudang aktivitas, sebab hal ini tentu akan membuatnya lebih sering lapar. Hal ini juga membantunya 'menahan godaan' dari makan besar atau ngemil.
"Serat mau lebih malah nggak apa-apa, tetapi juga harus diimbangi dengan air putih," pesannya.
Hal ini karena dalam proses metabolisme makanan apapun tetap dibutuhkan cairan sebagai pelancar termasuk serat. Oleh karena itu, sekalipun serat dikenal baik untuk pencernaan, bila tidak diimbangi dengan banyak cairan saat dikonsumsi, maka bisa saja terjadi sembelit atau gangguan pada saluran kencing.
Futikhah menambahkan, ia tidak berani merekomendasikan penggunaan suplemen tertentu, apalagi jika belum dikonsultasikan dengan dokter masing-masing. "Lagipula kalau food suplement itu kan kita tidak tahu kandungannya," ungkapnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk madu. Karena sulit membedakan mana madu yang asli dan tidak, ia menyarankan agar penyandang diabetes tidak mengonsumsi madu.
"Kan sudah ada gula dari nasi atau bumbu makanan. Kalaupun mau, itupun dibatasi hanya 1 sendok makan perhari," pesannya.
Baca juga: Asal Ikut Anjuran Ini, Penyandang Diabetes Tak Perlu Takut Makan Ini-Itu (lll/up)











































