Tidak perlu dipertentangkan, masing-masing punya penjelasan ilmiah yang mendukungnya. Untuk orang-orang yang makin gemuk ketika mengalami stres, salah satu penjelasannya ada dalam sebuah penelitian terbaru.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini di jurnal Obesity menyebut kadar kortisol berhubungan erat dengan berat badan. Kortisol dikenal juga sebagai hormon stres, yang kadarnya meningkat ketika seseorang sedang banyak masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi: Saat Sedang Stres, Pria Lebih Menyenangi Wanita Gemuk
Hasil analisis menunjukkan, makin tinggi kadar kortisol, makin tinggi pula indikator kegemukan yang dimiliki partisipan. Dikutip dari Health.com, indikator yang dipakai antara lain Body Mass Index (BMI) serta lingkar pinggang.
Para pakar kesehatan mendefinisikan obesitas dengan kriteria BMI 30 kg/m2 atau lebih, atau lingkar pinggang di atas 102 cm pada pria dan di atas 88 cm pada wanita.
Diyakini, stres memicu perubahan gaya hidup menjadi tidak sehat sehingga memicu kegemukan. Di antaranya menjadi malas olahraga, serta banyak mengonsumsi 'comfort food' seperti makanan-makanan berlemak dan bergula.
Baca juga: Makan Banyak Tapi Tidak Juga Gemuk, Apa Sebabnya? (up/up)











































