Nah dari dua cara tersebut, selama ini tubuh pria dianggap lebih cenderung untuk 'memilih' berkeringat dibandingkan wanita ketika sedang kepanasan. Benarkah kenyataanya demikian?
Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di University of Wollongong, Australia, anggapan itu kurang tepat. Pemimpin studi Sean Notley mengatakan dari eksperimen diketahui bahwa sebetulnya faktor besar dan bentuk badan lebih berpengaruh terhadap kecenderungan berkeringat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini gender sering dianggap sebagai faktor penentu antara berkeringat dan peningkatan aliran darah ketika menghadapi suhu tinggi. Kami menemukan respons tersebut nyatanya tidak dipengaruhi oleh gender." kata Sean seperti dikutip dari The Physiological Society, Senin (27/2/2017).
Eksperimen olahraga yang dilakukan pada 36 pria dan 24 wanita di dalam ruangan khusus menunjukkan bahwa rata-rata responden berkeringat pada tingkat yang sama. Perbedaan mencolok hanya tampak pada mereka yang memiliki ukuran badan lebih besar.
Sean mengatakan mereka dengan badan yang kecil tubuhnya cenderung lebih memanfaatkan peningkatan aliran darah ke kulit untuk mengatur suhu. Sementara itu mereka dengan badan besar tubuhnya cenderung lebih memanfaatkan metode berkeringat.
Mengapa lalu muncul anggapan bahwa pria lebih mudah berkeringat kemungkinan karena rata-rata tubuh pria lebih besar dari wanita.
Baca juga: Fakta-fakta Orgasme Pria Vs Orgasme Wanita
(fds/up)











































