"Stres memang berpengaruh pada pola tidur kita. Pola tidur kita dapat terganggu, bisa di awal yaitu kita sulit untuk mulai tidur, bisa juga di tengah tidur, artinya kita bisa mulai tidur, tapi setelah tidur kita akan terbangun dan sulit untuk tertidur lagi," terang psikater, dr Elly Ingkiriwang, SpKJ dari Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta.
Baca juga: Begini Caranya Tidur Lagi Saat Terbangun di Jam 'Nanggung'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kesulitan tidur itu kemudian mengganggu kita, sehingga pada keesokan harinya kita merasa lemas, tidak bergairah, dan pusing, maka kita sudah mengalami gangguan tidur yang tentunya harus ditangani," kata dr Elly yang juga menjadi staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
Untuk mengatasinya Professor David Hillman dari Sleep Health Foundation, Australia, menyarankan agar setiap sore siapkan waktu introspeksi sebelum tidur. Tulis dalam secarik kertas apa saja yang membuat cemas hari ini dan bagaimana cara mengatasinya besok.
"Banyak orang baru memikirkan hal-hal saat akan tidur, itu adalah waktu yang salah. Disarankan agar lakukan proses berpikir sebelum masuk waktu tidur. Jangan biarkan ada pikiran tegang malam hari," ucap Prof David.
Selain itu untuk mendapat tidur yang berkualitas, bisa juga dengan mengubah gaya hidup seperti berolahraga secara teratur seperti yoga, mendengarkan musik, mengurangi kebiasaan mengonsumsi nikotin dan kafein. Sebab, pada intinya agar bisa cepat tidur maka seseorang perlu merasa tenang dan nyaman.
Baca juga: Agar Tidur Lebih Nyenyak dan Mimpi Indah, Lakukan 4 Hal Ini
(hrn/vit)











































