Rabu, 01 Mar 2017 15:05 WIB

Fakta Kesehatan Raja Salman: Pernah Diisukan Alzheimer dan Parkinson

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Rusman - Biro Pers Setpres
Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dikenal punya semangat hidup yang tinggi. Tahukah Anda bahwa ia dulu pernah diisukan mengidap penyakit tertentu?

Tepatnya di tahun 2015 saat dirinya diangkat sebagai Raja Arab Saudi, Raja Salman sempat diisukan memiliki masalah kesehatan cukup serius seperti Alzheimer dan Parkinson. Kedua jenis penyakit ini disebut-sebut adalah efek dari usianya yang saat itu sudah 79 tahun.

Di tahun 2014, Simon Henderson dari Washington Institute pernah menuliskan bahwa karena faktor penuaan, Raja Salman kemungkinan besar mengalami demensia. Ini karena beberapa pengunjung yang pernah menemuinya mengaku setelah beberapa menit berbincang, Raja Salman kadang-kadang tampak seperti kebingungan.

Baca juga: Bicara Panjang dan Bertele-tele Jadi Penanda Alzheimer

"Pengunjung melaporkan bahwa setelah beberapa menit percakapan, ia (Raja Salman -red) tidak berkesinambungan," tulis Henderson, seperti dikutip dari Washingtoninstitute.org.

Sementara itu, The Guardian menyebutkan bahwa pria kelahiran Riyadh, 31 Desember 1935 tersebut juga pernah diisukan pernah mengalami stroke satu kali. Hal ini kemudian berdampak pada keterbatasan pergerakan di lengan kirinya.

Terkait isu-isu kesehatan seperti demensia dan Parkinson yang dialaminya, Royal Court of Arab Saudi sempat menegaskan bahwa Raja Salman tidak mengalami kondisi serius tersebut. Dikatakan bahwa ia sama sekali tidak mengidap demensia atau gangguan mental sejenis lainnya. Isu bahwa dirinya pernah stroke juga ditepis saat itu.

Dikutip dari BBC, pihak kerajaan Arab Saudi menyebut masalah kesehatan Raja Salman selalu menjadi prioritas orang-orang terdekatnya. Sejauh ini setiap kebutuhan kesehatan Raja Salman selalu diperhatikan secara ketat, termasuk masalah stamina yang lebih sering dihadapinya terkait usia.

Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada pasien. Hal ini diyakini adalah akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Sementara itu, dikutip dari Web MD penyakit Parkinson adalah kerusakan otak dan saraf progresif yang memengaruhi gerakan. Penyakit ini terjadi akibat hilangnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin. Penyakit Parkinson berkembang secara bertahap, dengan gejala awal umumnya berupa tremor atau gemetar ringan pada satu tangan.

Baca juga: Otak Dibuat 'Sibuk', Cara Ampuh Menurunkan Risiko Kepikunan

(ajg/vit)