Peneliti: Bawa Kerjaan ke Rumah, Efeknya Bisa 'Mematikan'

Peneliti: Bawa Kerjaan ke Rumah, Efeknya Bisa 'Mematikan'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 02 Mar 2017 10:03 WIB
Peneliti: Bawa Kerjaan ke Rumah, Efeknya Bisa Mematikan
Foto: Gettyimages
Jakarta - Sebagian perusahaan memang memberikan bonus untuk pekerjannya yang bersedia kerja lembur. Tetapi bukan berarti lembur itu menyehatkan untuk Anda lho.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa satu dari dua pekerja atau lebih dari separuh pekerja merasakan stres yang lebih besar saat berada di rumah ketimbang di tempat kerja.

Hal ini utamanya menyerang pekerja yang kerap membawa lemburan mereka ke rumah. Belum lagi, bila mereka bisa membawa pekerjaan ke rumah, itu berarti ia harus dihadapkan pada konsekuensi untuk dapat dihubungi atau terus terkoneksi dengan pekerjaannya setiap saat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut peneliti, kebiasaan ini kemudian memicu munculnya stres, ketika mereka mencoba menyeimbangkan kehidupan kerja mereka dengan yang ada di rumah.

Tak hanya stres, peneliti juga mengatakan bahwa kebiasaan membawa lemburan ke rumah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Peneliti membuktikannya dengan memasangkan alat monitor detak jantung yang dipasang di pergelangan partisipan yang juga pekerja kantoran.

Hasilnya, rata-rata mengalami lonjakan detak jantung yang diduga dipicu oleh stres. Jika dibiarkan berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan akan muncul risiko penyakit kardiovaskular pada yang bersangkutan.

Baca juga: Lelah Fisik dan Psikis Pekerja Berkaitan dengan Budaya di Lingkungan Kerja

Hal ini juga terungkap dari hasil analisis salah satu fase studi yang melibatkan 550 staf sebuah bank terkemuka di London. Peneliti menemukan, rata-rata tingkat stres mereka sangat tinggi hingga baru bisa turun di jam 8.30 petang.

Bahkan beberapa partisipan lainnya memperlihatkan tingkat stres yang tinggi hingga dini hari, yaitu sekitar jam 1 pagi.

Baca juga: Studi: Kerja Lebih dari 39 Jam Per Pekan Bahayakan Kesehatan

Ironisnya, meski tahu dampak buruknya bagi kesehatan, banyak orang yang masih memaklumi dan menjalani kultur ini.

"Semua orang tahu kalau bekerja terus itu buruk bagi mereka. Tetapi sekarang kita dapat mengukur seberapa buruk dampaknya membawa kerjaan ke rumah. Lebih buruk dari yang kita sangka-sangka sebelumnya, dan ini mematikan," kata salah satu peneliti, David Plans, yang juga CEO BioBeats, produsen perangkat kesehatan digital dari Inggris.

(lll/vit)

Berita Terkait