Jumat, 03 Mar 2017 14:09 WIB

Jangan Remehkan, Pilek dan Flu Bisa Juga Sebabkan Ketulian

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pilek dan flu adalah penyakit yang umum menyerang di musim hujan. Dalam kondisi normal biasanya kedua penyakit tersebut akan pulih dengan sendirinya dan hanya menyebabkan gejala ringan.

Namun demikian kadang bisa juga muncul komplikasi lebih lanjut dari pilek dan flu. dr Soekirman Soekin, SpTHT-KL, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) mengatakan salah satunya adalah gangguan pendengaran.

Hal tersebut dijelaskan oleh dr Soekirman ada hubungannya dengan saluran pipa eusthacius yang menghubungkan hidung, mulut, dan telinga. Ketika pilek cairan ingus yang menumpuk di hidung bisa lari ke kuping menyebabkan masalah.

"Jangan sepelekan pilek dia bisa menyebabkan infeksi ke telinga yang menahun. Kalau sudah menahun nanti bisa menumpuk cairan (ingus -red) pecah gendangnya merusak pendengaran," kata dr Soekirman ketika ditemui dalam acara peringatan Hari Pendengaran di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017).

"Kalau yang rusak baru gendang atau telinga bagian tengah istilahnya tuli hantar. Paling itu tulinya sedang. Kalau rumah siput yang rusak itu bisa jadi tuli berat," lanjutnya.

Baca juga: Kemenkes Imbau Waspadai Hal-hal yang Sering Sebabkan Gangguan Pendengaran

Kondisi tersebut dijelaskan oleh dr Soekirman bisa semakin parah bila seseorang yang pilek alami kondisi perbedaan tekanan udara misalnya saja saat naik turun gunung atau bepergian dengan pesawat. Saluran eustachius yang harusnya bisa jadi penyimbang tekanan udara tersumbat oleh produksi lendir berlebih yang lari ke telinga.

"Terutama saat landing sakitnya itu minta ampun bisa sampai pecah gendang telinga. Kalau berlarut lama dokter akan memerlukan pipa ventilasi supaya tekanan di dalam dan di luar bisa sama, cairan juga keluar agar bisa sembuh," ungkap dr Soekirman.

Untuk mencegah agar pilek tidak menyebabkan komplikasi ada beberapa cara yang sebetulnya bisa dilakukan. dr Soekirman mengatakan certama yaitu lewat vaksinasi sehingga lebih mungkin untuk menghindari penyakit, kedua dengan menjaga daya tahan tubuh sehingga bisa pulih lebih cepat, dan terakhir bila diperlukan bisa memakai obat decongestan.

Obat decongestan bekerja dengan mengencerkan lendir sehingga dapat lebih mudah dibuang tidak membuat sumbatan.

Baca juga: Kondisi Terkini Gangguan Pendengaran dan Ketulian di Indonesia (fds/up)
News Feed