Nur memiliki lima orang anak. Saat ini empat anaknya berada di Ambon sedangkan dirinya tinggal di Jakarta bersama satu anaknya. Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena diskriminasi yang ia terima.
"Saya sekarang di Jakarta sama anak yang paling kecil, yang juga terdiagnosis (HIV-AIDS). Selain itu, di Ambon juga sulit obatnya," ucap Nur kepada detikHealth ketika ditemui di sela-sela acara Pameran Foto HIV: One Child One Life Project di Kunstkring Art Galery, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Menurut Kamu, Ciuman Bisa Tularkan HIV Atau Tidak?
"Ya ini cobaan. Tapi saya pikir ini terbaik biar saya sehat juga. Kalau sehat kan bisa liat anak-anak juga," sambung Nur sembari mengusap air matanya.
Lebih lanjut, Nur menceritakan diskriminasi yang pernah alami ketika berada di Ambon. Misalnya dari tatapan tetangga dan juga pemisahan peralatan makan.
"Karena dulu pernah disorot salah satu stasiun TV, tetangga jadi pada tahu dan tatapannya jadi beda. Kalau di rumah juga piring makan saya dan anak saya dipisah," imbuh Nur.
Namun Nur tidak diam begitu saja. Ia terus mensosialisasikan mengenai HIV-AIDS kepada keluarganya. Nur menjelaskan bahwa HIV-AIDS tidak semudah itu menular.
"Alhamdulilah karena dilihat dari kondisi saya dan anak saya sekarang sehat, keluarga nggak seperti itu lagi," kata Nur.
Selain itu, kini Nur aktif sebagai relawan dan pendamping di Lentera Anak Pelangi (LAP). Lentera Anak Pelangi merupakan salah satu komunitas sosial yang membantu dan memberi pendampingan pada anak-anak HIV-AIDS.
Baca juga: Cegah Terkena HIV-AIDS dengan Gerakan ABCDE
(rdn/vit)











































