Hal tersebut terungkap setelah para peneliti dari Binghamton University menganalisa statistik model digital dari orang Indian, Asia, dan Amerika lalu membandingkannya dengan model digital orang dengan nyeri pinggang.
Baca juga: Agar Tak Nyeri Pinggang, Begini Posisi Duduk dan Angkat Barang yang Benar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekuatan tekanan maksimum yang dihasilkan pada gerakan salat masih jauh di bawah batas aman National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Gerakan salat dapat dianggap sebagai terapi untuk nyeri pinggang karena melibatkan banyak gerakan tubuh dan dilakukan rutin," ungkap salah satu peneliti Professor Mohammad Khasawneh seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (7/3/2017).
Dipublikasi dalam International Journal of Industrial and Systems Engineering Prof Khasawneh mengatakan ketika gerakan salat dilakukan dengan sudut yang keliru maka bisa memicu nyeri lebih besar. Studi lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat bagaimana efek gerakan salat pada orang dengan bentuk tubuh ekstrem seperti mereka dengan kecacatan atau wanita hamil.
"Satu cara untuk melihatnya adalah gerakan salat ini mirip yoga atau olahraga terapi fisik lain yang sering digunakan untuk mengobati nyeri pinggang," pungkas Prof Khasawneh.
Baca juga: Manfaat Salat Tarawih Bagi Kesehatan (fds/vit)











































