Kamis, 09 Mar 2017 09:37 WIB

Olahraga untuk Pasien Saraf Terjepit

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Saraf terjepit adalah kejadian di mana susunan saraf pusat alami tekanan berlebih karena perubahan struktur dari tulang belakang. Pemicunya bisa karena seseorang alami cedera atau proses degeneratif alami.

Pada kasus saraf terjepit karena cedera Sekretaris Jenderal Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan umumnya terjadi saat seseorang melakukan olahraga. Postur tubuh yang salah menempatkan beban berlebih pada tulang punggung dan mendorong terjadinya pergeseran yang tak diinginkan.

Baca juga: Saraf Terjepit, Apakah Harus Selalu Dioperasi?

"Saraf kejepit itu bisa karena olahraga misalnya mengangkat berat yang terlalu berlebihan, terus teknik bernapasnya kurang, tidak memakai safety belt itu bisa," kata dr Andi ketika ditemui pada pemaparan Survey Kesehatan Wanita Indonesia 2017 di Hotel Intercontinental Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

"Tapi treatmentnya juga bisa dengan olahraga... Otot punggung harus dilatih lebih kuat supaya tulang belakang bisa lebih stabil. Karena dia kan menopang ruas tulang belakang supaya dia tidak bergeser (lebih jauh -red) menekan saraf," lanjut dr Andi.

Olahraga yang dianjurkan untuk para pasien saraf terjepit adalah latihan-latihan otot punggung dan otot inti. Berenang disebut dr Andi termasuk contoh yang bagus dari jenis olahraga tersebut karena bisa menstimulasi otot tanpa menempatkan beban berlebih pada tulang punggung.

Sementara itu olahraga yang harus dihindari adalah olahraga yang menempatkan beban pada punggung seperti misalnya mengangkat beban atau golf. Putaran mendadak pada tulang punggung yang terjadi ketika mengayunkan stik golf dapat semakin memperparah kondisi saraf terjepit.

"Berenang itu bagus karena dia non-weight bearing artinya tidak membebani tulang. Ketika berenang karakteristiknya itu otot-otot punggung akan bekerja berkontraksi sehingga di situlah dia melatih kondisi tulang belakang," pungkas dr Andi.

Baca juga: 4 Faktor Risiko Pendorong Kejadian Saraf Terjepit

(fds/vit)