Selama 10 menit setelah seorang pasien dinyatakan meninggal, tim dokter di unit perawatan intensif mendapati otak pasien tersebut masih memancarkan sinyal yang mereka sebut gelombang delta. Sinyal yang sama biasanya ditemukan pada fase tidur dalam atau deep sleep.
"Pada satu pasien, gelombang delta tunggal bertahan setelah berhentinya ritme jantung dan tekanan darah arteri," tulis para dokter dalam laporannya, dikutip dari Sciencealert.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 'Dibisiki' Mendiang Suami, Wanita yang Henti Jantung ini Bangun Lagi
Rekaman EEG (electroencephalographic) pada keempat pasien mengisyaratkan bahwa kematian memang bisa berbeda-beda pada tiap orang. Temuan ini memunculkan kembali pertanyaan tentang kapan seharusnya seorang pasien dinyatakan meninggal.
Batasan tersebut dinilai penting, salah satunya dalam menentukan tindakan seperti donasi organ. Secara medis serta etis, status kematian seorang pasien harus dipastikan sebelum organ tubuhnya diambil untuk didonasikan ke orang lain.
Baca juga: Dinyatakan Tewas karena Infeksi, Pria Ini Hidup Lagi Jelang Autopsi (up/up)











































