Ilmuwan Temukan Bukti Masih Ada 'Kehidupan' Setelah Mati

Ilmuwan Temukan Bukti Masih Ada 'Kehidupan' Setelah Mati

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 10 Mar 2017 07:37 WIB
Ilmuwan Temukan Bukti Masih Ada Kehidupan Setelah Mati
Foto: thinkstock
Jakarta - Tim dokter di Kanada baru-baru ini melaporkan kasus yang tidak biasa. Mereka menemukan tanda-tanda 'kehidupan' setelah seorang pasien dinyatakan meninggal secara klinis.

Selama 10 menit setelah seorang pasien dinyatakan meninggal, tim dokter di unit perawatan intensif mendapati otak pasien tersebut masih memancarkan sinyal yang mereka sebut gelombang delta. Sinyal yang sama biasanya ditemukan pada fase tidur dalam atau deep sleep.

"Pada satu pasien, gelombang delta tunggal bertahan setelah berhentinya ritme jantung dan tekanan darah arteri," tulis para dokter dalam laporannya, dikutip dari Sciencealert.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus janggal ini ditemukan ketika para dokter melepaskan alat bantu kehidupan pada 4 pasien terminal (sudah tidak ada harapan untuk sembuh). Pada 3 pasien, aktivitas otaknya hilang sama sekali tak lama setelah jantungnya berhentu berdenyut.

Baca juga: 'Dibisiki' Mendiang Suami, Wanita yang Henti Jantung ini Bangun Lagi

Rekaman EEG (electroencephalographic) pada keempat pasien mengisyaratkan bahwa kematian memang bisa berbeda-beda pada tiap orang. Temuan ini memunculkan kembali pertanyaan tentang kapan seharusnya seorang pasien dinyatakan meninggal.

Batasan tersebut dinilai penting, salah satunya dalam menentukan tindakan seperti donasi organ. Secara medis serta etis, status kematian seorang pasien harus dipastikan sebelum organ tubuhnya diambil untuk didonasikan ke orang lain.

Baca juga: Dinyatakan Tewas karena Infeksi, Pria Ini Hidup Lagi Jelang Autopsi (up/up)

Berita Terkait