"Nutup luka pakai kain kasa bisa membuat luka cepat kering. Padahal, kondisi ideal agar jaringan baru lebih mudah terbentuk sehingga luka lebih cepat menutup yaitu lembap, tidak kering atau tidak basah," kata dr Adisaputra R CWSP, FACCWS.
Lebih lanjut, dr Adi mengatakan penggunaan kain kasa juga dapat memperbesar risiko masuknya bakteri. Sehingga menyebabkan terkontaminasinya luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibutuhkan 65 lapis kain kasa. Nah itu kalau dihitung-hitung harus diganti tiga kali sehari, maka seminggu bisa berapa biayanya?" sambung dr Adi dalam konferensi pers Indonesia Wound Summit 2017 di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).
Baca juga: Tak Perlu Antiseptik, Luka Gores Cukup Dibersihkan dengan Air dan Sabun
Oleh karena itu dr Adi menyarankan untuk menggunakan produk penutup luka yang sesuai. Ia memberi contoh dengan menggunakan foam dressing yang dapat menjaga luka tetap lembab.
"Jadi gunakan produk penutup luka yang didesain sesuai, yaitu bisa menjaga luka tetap lembap," tegasnya.
Baca juga: Tak Hanya untuk Luka, Antideptik PVP-i Juga Mampu Cegah Infeksi Penyakit Berbahaya (rdn/vit)











































