Tutupi Luka dengan Kasa, Apa Pengaruhnya pada Proses Penyembuhan Luka?

Tutupi Luka dengan Kasa, Apa Pengaruhnya pada Proses Penyembuhan Luka?

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Minggu, 12 Mar 2017 10:10 WIB
Tutupi Luka dengan Kasa, Apa Pengaruhnya pada Proses Penyembuhan Luka?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kain kasa kerap digunakan untuk menutupi bagian tubuh yang terluka. Lantas, adakah pengaruhnya pada proses penyembuhan luka?

"Nutup luka pakai kain kasa bisa membuat luka cepat kering. Padahal, kondisi ideal agar jaringan baru lebih mudah terbentuk sehingga luka lebih cepat menutup yaitu lembap, tidak kering atau tidak basah," kata dr Adisaputra R CWSP, FACCWS.

Lebih lanjut, dr Adi mengatakan penggunaan kain kasa juga dapat memperbesar risiko masuknya bakteri. Sehingga menyebabkan terkontaminasinya luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip sebuah studi, dr Adi menjelaskan bahwa bakteri dapat menembus 64 lapis kain kasa. Sehingga, secara teori dr Adi mengatakan penggunaan kain kasa yang idealnya dilakukan untuk menghindari luka dari infeksi bakteri adalah 65 lapis kain kasa.

"Dibutuhkan 65 lapis kain kasa. Nah itu kalau dihitung-hitung harus diganti tiga kali sehari, maka seminggu bisa berapa biayanya?" sambung dr Adi dalam konferensi pers Indonesia Wound Summit 2017 di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).

Baca juga: Tak Perlu Antiseptik, Luka Gores Cukup Dibersihkan dengan Air dan Sabun

Oleh karena itu dr Adi menyarankan untuk menggunakan produk penutup luka yang sesuai. Ia memberi contoh dengan menggunakan foam dressing yang dapat menjaga luka tetap lembab.

"Jadi gunakan produk penutup luka yang didesain sesuai, yaitu bisa menjaga luka tetap lembap," tegasnya.

Baca juga: Tak Hanya untuk Luka, Antideptik PVP-i Juga Mampu Cegah Infeksi Penyakit Berbahaya (rdn/vit)

Berita Terkait