The Machinist: Derita Pria yang Dikejar Tanggung Jawab
Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 12 Mar 2017 15:40 WIB
Foto: dok istimewa
Jakarta -
Trevor Reznik tak terlihat seperti seseorang yang bermasalah. Yang berbeda hanyalah tubuhnya yang kurus kering. Hanya terlihat tonjolan tulang di dadanya. Ia memang terlihat banyak pikiran. Matanya pun terlihat sayu dan pucat seperi kurang sekali tidur. Kepada pelacur langganannya, Trevor bahkan mengaku tidak tidur selama setahun.
Tiap kali matanya nyaris terpejam, ia selalu terbangun lagi. Untuk membuatnya tetap terjaga, ia pun melakukan hal lain seperti membersihkan kamar mandi.
Orang-orang di sekitar Trevor sejatinya mengkhawatirkannya. Tetapi Trevor meyakinkan bahwa ia tidak akan kenapa-kenapa karena belum pernah ada orang yang mati karena insomnia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja Trevor sebenarnya tidak buruk, tetapi pria ini kebingungan ketika tiba-tiba saja ia dipanggil oleh atasannya. Ia ditanya apakah pernah menggunakan obat-obatan terlarang atau mengalami cedera kepala. Trevor mengaku memang sedang banyak pikiran tetapi ia bisa mengatasinya.
Setelah diminta untuk mengumpulkan sampel urine untuk dites, Trevor lantas menenangkan pikiran dengan merokok di dalam mobil. Belum sempat menyalakan rokoknya, ia nyaris terlelap hingga tiba-tiba ada seseorang yang mengajaknya ngobrol. Ia juga sedang merokok di dalam mobil yang terparkir di sebelahnya.
Pria itu mengaku bernama Ivan. Ia menggantikan salah satu teman Trevor yang bernama Reynold, meski Trevor tak pernah melihat Ivan sebelumnya.
Tak disangka setelah kemunculan Ivan, banyak keanehan yang terjadi pada diri Trevor. Apa sajakah itu?
1. Insiden pertama
Foto: dok istimewa
Keesokan harinya, Trevor diminta membantu salah seorang rekannya, Miller yang sedang membetulkan mesin penggilingan. Namun kemudian pandangannya teralihkan oleh Ivan yang berada di seberang ruangan dan sedang mengelas.
Meski dari kejauhan, Ivan ternyata juga bisa melihat Trevor. Ia lalu menyeringai dan membuat gesture aneh yang membuat Trevor kebingungan. Saat itulah Trevor berjalan mundur dan menekan tombol untuk menonaktifkan pengaman mesin yang sedang diperbaiki Miller.
Apesnya, baju Miller tersangkut di mesin itu dan mesin itu tidak bisa dimatikan. Teman-teman yang lain sudah berusaha untuk menarik tubuh Miller namun sia-sia. Yang paling ditakutkan terjadi juga, lengan kiri Miller akhirnya terpotong. Setelah itu semuanya tertegun, termasuk Miller dan Trevor.
Foto: dok istimewa
Sesampainya di apartemen, Trevor mencuci bersih tangannya lalu makan dengan lahap seolah-olah baru saja tidak terjadi apa-apa. Di situlah ia menemukan amplop berisi surat peringatan terakhir untuk membayar listrik. Trevor pun menuliskannya di note sebagai pengingat, lalu bermaksud menempelkannya di pintu kulkas.
Namun kemudian ia terkejut melihat ada note lain yang sudah tertempel di pintu kulkasnya. Note itu bergambar seperti angka 1 dengan garis putus-putus di bawahnya. Tetapi note itu ia abaikan dan Trevor memutuskan segera membayar uang sewa apartemennya saat itu juga. Kepada sang pemilik apartemen, Mrs Shrike, kesempatan itu ia gunakan untuk bertanya tentang hal-hal mencurigakan di sekitaran apartemennya. Namun wanita tua itu tak paham maksud Trevor.
Keanehan kedua terjadi ketika Trevor menjalani pemeriksaan oleh atasannya terkait insiden yang menimpa Miller. Ia mengaku tak fokus saat itu karena sedang memperhatikan Ivan. Seluruh atasannya kebingungan karena tak pernah mendengar nama itu, bahkan nama Ivan tak tercantum dalam serikat pekerja. Trevor semakin kebingungan.
Teman-teman Trevor pun mulai menjauhinya, bahkan salah satu dari mereka mengaku tak nyaman bekerja dengannya. Trevor tak bisa berbuat apa-apa, tetapi ketika melihat Ivan di parkiran, amarahnya muncul juga. Ia lantas mengejar mobil Ivan yang kemudian berhenti di sebuah bar. Keduanya akhirnya bisa bicara. Salah satu yang diungkapkan Trevor adalah mengapa tak ada orang yang mengenali Ivan selain dirinya tetapi Ivan hanya menanggapi Trevor enteng. Hal ini justru membuat Trevor semakin penasaran.
Keanehan ketiga terjadi sepulangnya Trevor dari bar. Note yang tertulis seperti angka 1 telah berubah menjadi semacam tiang gantungan berikut talinya. Dua garis terakhir di bawah gambar itu juga telah tertulis 2 huruf, yaitu E dan R. Setelah membuangnya ke tempat sampah, Trevor menceritakan semuanya ke pelacur langganannya, Stevie.
Foto: dok istimewa
2. Hari Ibu
Foto: dok istimewa
Selain Stevie, Trevor punya tempat curhat yang lain, sebuah kafe di bandara dengan seorang pelayan bernama Marie. Saking seringnya Trevor datang ke kafe tersebut, ia menjadi dekat dengan Marie. Marie juga tak habis pikir karena Trevor sering membayar lebih hanya untuk kopi dan pai.
Tiba saatnya Hari Ibu. Karena tak ada kegiatan selain mengunjungi makam ibunya, Trevor kemudian diajak Marie untuk jalan-jalan bersama putranya, Nicolas, merayakan Hari Ibu. Mereka tampak tidak canggung walaupun baru pertama kali pergi bersama, bahkan Nicolas juga merasa nyaman dengan Trevor.
Tiba-tiba Marie harus mengangkat telepon, dan Nicolas dibiarkan pergi sendiri bersama Trevor. Setelah berjalan agak jauh, keduanya menemukan wahana monster. Nicolas bersikeras meminta Trevor untuk mengajaknya masuk, meski Trevor inginnya menunggu sampai Marie tiba.
Sesuai namanya, wahana itu mengajak pengunjung untuk melihat berbagai hal mengerikan di dalamnya, seperti setan, neraka dan hal-hal berbau kekerasan. Awalnya Trevor santai-santai saja ketika wahana itu mulai berjalan, begitu juga dengan Nicolas. Namun lama-kelamaan justru Trevor yang terlihat panik. Di saat yang bersamaan, ia yang duduk di belakang melihat Trevor tampak mematung dan diam saja.
Foto: dok istimewa
Begitu ditengok, ternyata Nicolas sudah tak sadarkan diri dan mengeluarkan busa di mulutnya. Trevor membawanya keluar wahana sembari berlari. Untung Marie datang di saat yang tepat dan mengatakan itu hanyalah epilepsi. Hanya saja Marie tak habis pikir karena epilepsi Nicolas sudah lama tak kambuh. Trevor merasa bersalah, tetapi Marie meyakinkan itu bukanlah salah siapa-siapa. Agar Trevor tenang, Marie pun mengajak pria ini mampir minum di rumahnya.
Saat masuk ke dapur, Trevor melihat kartu ucapan 'Happy Mother's Day' di pintu kulkas Marie. Nampaknya itu bikinan Nicolas. Ada juga gambar ibu dan anak. Gambar itu langsung mengingatkan Trevor akan note berisi gambar angka satu yang ada di apartemennya. Begitu sampai apartemen, ia langsung membongkar tempat sampah dan menemukan secarik kertas itu. Ia melihat gambar anak di kartu ucapan Nicolas sama dengan gambar yang ada di note, di mana kepalanya berada di tali gantungan.
Penasaran, Trevor mencoba mengisi garis-garis di bawah gambar itu dengan kata MOTHER. Pas dengan enam garis yang ada, juga sesuai dengan dua huruf yang sudah ada di belakang, yaitu ER, tetapi Trevor merasa tak menemukan jawaban dari situ. Ia justru teringat pada mendiang ibunya. Ketika merogoh-rogoh lemari, ia menemukan album foto masa kecilnya di mana ada gambar Trevor dan ibunya berfoto di depan bianglala yang sama persis dengan lokasi foto Marie dan Nicolas hari ini.
Keesokan harinya, di tempat kerja, Trevor diminta menangani mesin lain. Letak mesin itu kebetulan berada dekat dengan kantor atasannya. Saat itulah ia melihat Miller yang keluar dari ruangan, nampaknya ia baru saja mengajukan surat resmi pengunduran dirinya.
Ketika keduanya bertemu, Miller sempat melontarkan ucapan bahwa lengan harus dibayar dengan lengan. Muka Trevor langsung pucat pasi, tetapi ternyata Miller hanya bercanda. Pria ini mengaku tak dendam sekalipun pada Trevor karena ia mengenal Trevor dengan baik.
Namun tak disangka ketika Miller berlalu, mesin yang sedang dibetulkan Trevor tiba-tiba menyala sendiri, padahal tangan kanan Trevor sedang berada di sela-selanya. Ia sudah berteriak minta tolong tetapi suaranya tertutup oleh deru mesin. Beruntung saat lengannya nyaris terjepit, Trevor berhasil menarik sebuah tang besar dari meja untuk mengganjal laju mesin itu. Upaya ini juga sukses mematikan mesin tersebut.
Barulah saat itu teman-temannya berlari menghampirinya. Mereka lantas berusaha menolong Trevor. Namun karena kalut, Trevor malah menuduh teman-temannya bersekongkol untuk mencelakakannya padahal tak ada yang berbuat demikian. Mandor Trevor akhirnya memecatnya.
Setelah menenangkan diri di apartemen Stevie, Trevor kembali ke apartemennya sendiri yang gelap gulita. Rupanya ia lupa membayar listrik karena beragam hal yang dilaluinya belakangan. Setelah menyalakan lampu minyak, Trevor terkejut Mrs Shrike menyelinap masuk ke apartemennya. Ternyata wanita ini mengaku kamarnya bocor, dan ada kemungkinan kebocoran itu bersumber dari kamar Trevor yang persis berada di atasnya.
Trevor yakin tak ada masalah dan meminta Mrs Shrike kembali ke kamarnya. Tetapi begitu masuk ke dapur, pria ini terkejut bukan main melihat kulkasnya seolah bersimbah darah, bahkan sampai membasahi lantai dapurnya. Mungkin inilah yang kemudian mengakibatkan kamar Mrs Shrike bocor. Tetapi Trevor tak berbuat apa-apa. Ia justru memperhatikan note di pintu kulkasnya yang sudah berubah lagi, di mana garis ke-2 dan ke-3 telah terisi huruf I dan L. Trevor lantas sibuk mengutak-atik note itu dan menemukan kata MILLER di sana.
3. Teka-teki mulai terjawab?
Foto: dok istimewa
Demi menjawab rasa penasarannya, Trevor mendatangi rumah Miller dan disambut ramah oleh pria ini. Nampaknya Trevor beranggapan bahwa Miller-lah yang berada di balik semua ini, walaupun di luar Miller tampak tidak menyalahkan Trevor atas lengannya. Dikonfrontir seperti itu, Miller tentu tersinggung tetapi ia berusaha tetap tenang. Ketika akhirnya Trevor menyerangnya, kesabaran Miller pun habis dan perut Trevor ditinjunya keras-keras. Hal ini cukup membuat Trevor gentar dan pergi dari rumah Miller.
Keluar dari rumah Miller, Trevor lagi-lagi melihat Ivan lalu mengejarnya. Keduanya berjalan jauh bahkan sampai melewati terowongan. Di situlah Trevor mulai membaca plat nomor Ivan, yaitu 743CR. Sayang Trevor tak dapat melanjutkan pengejaran karena mobilnya mogok. Ia lantas memutuskan putar balik dan mencari kantor DMV (Department of Motor Vehicles) untuk mencari alamat pemilik mobil dengan plat yang dicatatnya.
Foto: dok istimewa
Petugas mengatakan hal itu bersifat rahasia, dan hanya bisa didapat jika telah terjadi kejadian kriminal. Itupun harus melalui pelaporan polisi. Trevor lantas berpura-pura dengan mengatakan dirinya telah menjadi korban tabrak lari dari mobil itu, tetapi si petugas tak percaya karena melihat fisik Trevor tampak baik-baik saja. Muncullah ide gila. Trevor menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di depan kantor DMV. Walaupun selamat, wajah Trevor tak pelak dipenuhi luka memar dan berdarah-darah. Ia pun berjalan masuk ke kantor polisi dan melaporkan plat mobil tersebut.
Foto: dok istimewa
Setelah berjam-jam menunggu, seorang petugas kepolisian akhirnya mendatanginya. Ia bertanya apakah Trevor yakin itu adalah nomor plat yang dicarinya. Pertanyaan kedua lebih aneh lagi, si petugas bertanya apakah Trevor pernah kemalingan mobil dan Trevor menggelengkan kepalanya. Jawaban si petugas sungguh mengejutkan. Mobil dengan plat 743CR itu terdaftar atas nama Trevor sendiri. Trevor sendiri yang melaporkannya ke polisi setahun yang lalu karena kondisinya hancur berkeping-keping.
Di tengah kebingungan, Trevor diingatkan si petugas bahwa ada sanksi berat jika seorang warga negara membuat laporan palsu. Trevor segera sadar dan lari dari si petugas. Keduanya kemudian berkejaran, hingga masuk ke stasiun bawah tanah tetapi Trevor berhasil lolos dengan masuk ke gorong-gorong di bawah stasiun.
Sesampainya di dekat apartemen, Trevor melihat Mrs Shrike sedang berbicara dengan seorang petugas kepolisian. Itu artinya posisinya tak aman. Ia kemudian memutuskan mendatangi apartemen Stevie. Stevie kemudian merawat luka-luka Trevor. Setelah itu Stevie membantu menyiapkan makan malam untuk Trevor. Trevor terkejut ketika melihat sebuah foto terpajang di pinggir kasur Stevie, yaitu foto Reynold dan Ivan yang pernah dimilikinya sebelumnya. Foto itu dicuri Trevor dari dompet Ivan beberapa waktu lalu.
Trevor kemudian mengira Ivan adalah mantan kekasih Stevie. Ia langsung naik pitam dan menuduh Ivan melakukan segalanya karena Trevor berhasil meniduri sekaligus mendapatkan hati Stevie. Namun menurut keterangan Stevie, foto itu ditinggalkan sendiri oleh Trevor di laci.
Anehnya, setelah dicek oleh Stevie, yang ada di foto itu bukanlah Reynold dan Ivan, melainkan Reynold dan Trevor. Tetapi bukannya meminta maaf kepada Stevie, Trevor pergi begitu saja. Seperti biasa saat mengalami kekacauan, Trevor mendatangi kafe bandara. Saat ingin bicara dengan Marie, Trevor terkejut bukan main ketika melihat ada pelayan lain yang menemuinya.
Ia bertanya di mana Marie dan si pelayan lebih kaget lagi karena Trevor bisa bicara. Si pelayan juga menceritakan tiap kali Trevor datang, ia hanya diam dan memandangi kopinya semalaman. Si pelayan juga menjelaskan tak ada pelayan bernama Marie di kafe itu. Trevor pun pergi dan lagi-lagi ia melihat Ivan di tempat parkir. Trevor kemudian membuntutinya hingga Ivan berhenti di suatu tempat yang tak lain adalah apartemen Trevor. Ia lebih terkejut lagi ketika Ivan mengajak Nicolas untuk masuk ke sana.
Trevor memberanikan diri untuk mengikuti mereka. Di dalam apartemen, Trevor melihat Ivan mencukur janggutnya dengan pisau. Trevor takut Ivan sedang menyandera Nicolas. Pria kurus ini pun kemudian mencoba menyergap Ivan dan berhasil menggorok lehernya dengan pisau yang dibawa Ivan sendiri. Namun betapa terkejutnya Trevor ketika akan membuang mayat Ivan ke laut karena jenazahnya hilang begitu saja. Bahkan saat itu tiba-tiba saja Ivan sudah ada di belakangnya.
Mereka kembali ke apartemen Trevor dan setelah mencuci muka dan tangannya, Trevor menyadari siapa dirinya dan Ivan sebenarnya. Ivan tak lain adalah sisi jahat dari dirinya yang dulu pernah melakukan tabrak lari. Korbannya saat itu seorang anak laki-laki, yang tak lain adalah Nicolas. Setelah menabrak, ia sempat berhenti sebentar ke belakang dan melihat ibu Nicolas, yaitu Marie, berlari meraih tubuh Nicolas yang tergeletak di tengah jalan. Barulah setelah itu ia tancap gas. Mobil yang ditumpangi Ivan juga tak lain mobil Trevor sendiri yang kebetulan digunakannya untuk menabrak Nicolas.
Setelah itu Trevor mengemasi barang-barangnya dari apartemen dan menyerahkan diri ke polisi. Ia juga berhasil memecahkan teka-teki yang ada di note, karena Trevor tak lain adalah seorang 'KILLER' atau pembunuh. Namun semuanya terbayar begitu ia dijebloskan ke penjara. Akhirnya Trevor pun bisa terlelap.
Foto: dok istimewa
Membunuh orang lain merupakan suatu perbuatan yang teramat keji, apalagi jika korbannya adalah anak-anak. Tak pelak ketika Trevor Reznik melakukan tabrak lari, trauma berat dialaminya hingga ia merasakan insomnia. Bahkan tak hanya sehari, namun hingga setahun lamanya.
Selain insomnia, tingginya intensitas trauma yang dirasakan Trevor juga tercermin dari munculnya sosok lain yang ia beri nama Ivan.
Di sinilah Trevor dikatakan mengalami gangguan mental yang disebut 'gangguan disosiatif' di mana seseorang mengalami masalah dengan ingatan, identitas, emosi, persepsi, dan perilaku karena trauma yang dirasakannya.
Hanya karena fisik Ivan berbeda dengan dirinya, maka ia menganggap sosok ini adalah orang lain. Dan Trevor sama sekali tak ingat apa saja yang pernah dialaminya, utamanya terkait dengan trauma tersebut.
Dikutip dari www.psychiatry.org, dengan melakukan disosiasi, seseorang akan terbantu untuk mentolerir pengalaman traumatis seperti kecelakaan, bencana alam atau menjadi korban kejahatan yang dialaminya. Sebenarnya bagi mereka ini juga sulit untuk dihadapi, untuk itu pakar menyebut disosiasi ini sebagai semacam 'mekanisme pertahanan diri' dari kondisi mental yang terlalu buruk.
Trevor juga jelas mengalami gangguan disosiasi karena didasarkan pada tiga gejala nyata dari gangguan ini yang terlihat padanya:
1. Adanya identitas lain, bisa satu, dua bahkan lebih. Biasanya dibarengi dengan perubahan perilaku, ingatan dan pola pikir tetapi penderita tentu tak menyadari adanya identitas lain ini.
2. Ingatan yang melompat-lompat, misalnya terkait kesehariannya. Mungkin ini pula sebabnya penonton diajak mengikuti Trevor yang memiliki keseharian tak tentu. Ambil contoh ada beberapa kali adegan di mana suatu saat sedang berada di apartemen Stevie, lalu tiba-tiba sudah di apartemennya sendiri. Setelah insiden lengan Miller terpotong, Trevor juga bisa bertingkah laku biasa, bahkan makan daging ayam dengan lahap, seolah-olah baru saja tidak terjadi apa-apa.
3. Kedua gejala tersebut kemudian mengakibatkan munculnya persoalan di lingkungan sosial maupun pekerjaan, bahkan yang bersangkutan menjadi tidak berfungsi di tengah masyarakat. Apalagi Trevor sempat menuduh beberapa orang berada di balik kemalangannya. Selain itu, karena ini pula Trevor mengakibatkan lengan Miller putus sehingga rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi.
Hal menonjol lain yang terlihat pada diri Trevor adalah orang dengan gangguan disosiatif cenderung sibuk mengamati dirinya sendiri, terutama perilaku dan bentuk tubuhnya. Dalam hal ini yang diamati Trevor adalah Ivan. Mengapa fisik keduanya berbeda? Ini lumrah ditemukan pada penderita gangguan disosiatif. Padahal meski wajah dan perawakan Ivan berbeda dengan Trevor, dulunya Trevor juga berperawakan kekar seperti Ivan, termasuk cara berpakaian dan berkendaranya yang seperti anak motor.
Yang pasti, perlu dipahami bahwa meskipun dari luar tampak sama sekali berbeda, mereka sebenarnya adalah manifestasi dari satu orang. Pada penderita gangguan disosiatif, penggunaan nama tersendiri untuk memanggil identitasnya yang lain juga merupakan hal biasa.
Pada umumnya gejala penderita gangguan disosiatif dapat dikendalikan dengan pengobatan, yaitu psikoterapi. Namun nampaknya Trevor tak butuh itu, karena ketika akhirnya ia menyerahkan diri ke polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya setahun lalu, ia akhirnya bisa tenang. Terbukti, begitu masuk sel, Trevor bisa terlelap lagi setelah sekian lama.
Halaman 2 dari 4
Keesokan harinya, Trevor diminta membantu salah seorang rekannya, Miller yang sedang membetulkan mesin penggilingan. Namun kemudian pandangannya teralihkan oleh Ivan yang berada di seberang ruangan dan sedang mengelas.
Meski dari kejauhan, Ivan ternyata juga bisa melihat Trevor. Ia lalu menyeringai dan membuat gesture aneh yang membuat Trevor kebingungan. Saat itulah Trevor berjalan mundur dan menekan tombol untuk menonaktifkan pengaman mesin yang sedang diperbaiki Miller.
Apesnya, baju Miller tersangkut di mesin itu dan mesin itu tidak bisa dimatikan. Teman-teman yang lain sudah berusaha untuk menarik tubuh Miller namun sia-sia. Yang paling ditakutkan terjadi juga, lengan kiri Miller akhirnya terpotong. Setelah itu semuanya tertegun, termasuk Miller dan Trevor.
Foto: dok istimewa
Sesampainya di apartemen, Trevor mencuci bersih tangannya lalu makan dengan lahap seolah-olah baru saja tidak terjadi apa-apa. Di situlah ia menemukan amplop berisi surat peringatan terakhir untuk membayar listrik. Trevor pun menuliskannya di note sebagai pengingat, lalu bermaksud menempelkannya di pintu kulkas.
Namun kemudian ia terkejut melihat ada note lain yang sudah tertempel di pintu kulkasnya. Note itu bergambar seperti angka 1 dengan garis putus-putus di bawahnya. Tetapi note itu ia abaikan dan Trevor memutuskan segera membayar uang sewa apartemennya saat itu juga. Kepada sang pemilik apartemen, Mrs Shrike, kesempatan itu ia gunakan untuk bertanya tentang hal-hal mencurigakan di sekitaran apartemennya. Namun wanita tua itu tak paham maksud Trevor.
Keanehan kedua terjadi ketika Trevor menjalani pemeriksaan oleh atasannya terkait insiden yang menimpa Miller. Ia mengaku tak fokus saat itu karena sedang memperhatikan Ivan. Seluruh atasannya kebingungan karena tak pernah mendengar nama itu, bahkan nama Ivan tak tercantum dalam serikat pekerja. Trevor semakin kebingungan.
Teman-teman Trevor pun mulai menjauhinya, bahkan salah satu dari mereka mengaku tak nyaman bekerja dengannya. Trevor tak bisa berbuat apa-apa, tetapi ketika melihat Ivan di parkiran, amarahnya muncul juga. Ia lantas mengejar mobil Ivan yang kemudian berhenti di sebuah bar. Keduanya akhirnya bisa bicara. Salah satu yang diungkapkan Trevor adalah mengapa tak ada orang yang mengenali Ivan selain dirinya tetapi Ivan hanya menanggapi Trevor enteng. Hal ini justru membuat Trevor semakin penasaran.
Keanehan ketiga terjadi sepulangnya Trevor dari bar. Note yang tertulis seperti angka 1 telah berubah menjadi semacam tiang gantungan berikut talinya. Dua garis terakhir di bawah gambar itu juga telah tertulis 2 huruf, yaitu E dan R. Setelah membuangnya ke tempat sampah, Trevor menceritakan semuanya ke pelacur langganannya, Stevie.
Foto: dok istimewa
Selain Stevie, Trevor punya tempat curhat yang lain, sebuah kafe di bandara dengan seorang pelayan bernama Marie. Saking seringnya Trevor datang ke kafe tersebut, ia menjadi dekat dengan Marie. Marie juga tak habis pikir karena Trevor sering membayar lebih hanya untuk kopi dan pai.
Tiba saatnya Hari Ibu. Karena tak ada kegiatan selain mengunjungi makam ibunya, Trevor kemudian diajak Marie untuk jalan-jalan bersama putranya, Nicolas, merayakan Hari Ibu. Mereka tampak tidak canggung walaupun baru pertama kali pergi bersama, bahkan Nicolas juga merasa nyaman dengan Trevor.
Tiba-tiba Marie harus mengangkat telepon, dan Nicolas dibiarkan pergi sendiri bersama Trevor. Setelah berjalan agak jauh, keduanya menemukan wahana monster. Nicolas bersikeras meminta Trevor untuk mengajaknya masuk, meski Trevor inginnya menunggu sampai Marie tiba.
Sesuai namanya, wahana itu mengajak pengunjung untuk melihat berbagai hal mengerikan di dalamnya, seperti setan, neraka dan hal-hal berbau kekerasan. Awalnya Trevor santai-santai saja ketika wahana itu mulai berjalan, begitu juga dengan Nicolas. Namun lama-kelamaan justru Trevor yang terlihat panik. Di saat yang bersamaan, ia yang duduk di belakang melihat Trevor tampak mematung dan diam saja.
Foto: dok istimewa
Begitu ditengok, ternyata Nicolas sudah tak sadarkan diri dan mengeluarkan busa di mulutnya. Trevor membawanya keluar wahana sembari berlari. Untung Marie datang di saat yang tepat dan mengatakan itu hanyalah epilepsi. Hanya saja Marie tak habis pikir karena epilepsi Nicolas sudah lama tak kambuh. Trevor merasa bersalah, tetapi Marie meyakinkan itu bukanlah salah siapa-siapa. Agar Trevor tenang, Marie pun mengajak pria ini mampir minum di rumahnya.
Saat masuk ke dapur, Trevor melihat kartu ucapan 'Happy Mother's Day' di pintu kulkas Marie. Nampaknya itu bikinan Nicolas. Ada juga gambar ibu dan anak. Gambar itu langsung mengingatkan Trevor akan note berisi gambar angka satu yang ada di apartemennya. Begitu sampai apartemen, ia langsung membongkar tempat sampah dan menemukan secarik kertas itu. Ia melihat gambar anak di kartu ucapan Nicolas sama dengan gambar yang ada di note, di mana kepalanya berada di tali gantungan.
Penasaran, Trevor mencoba mengisi garis-garis di bawah gambar itu dengan kata MOTHER. Pas dengan enam garis yang ada, juga sesuai dengan dua huruf yang sudah ada di belakang, yaitu ER, tetapi Trevor merasa tak menemukan jawaban dari situ. Ia justru teringat pada mendiang ibunya. Ketika merogoh-rogoh lemari, ia menemukan album foto masa kecilnya di mana ada gambar Trevor dan ibunya berfoto di depan bianglala yang sama persis dengan lokasi foto Marie dan Nicolas hari ini.
Keesokan harinya, di tempat kerja, Trevor diminta menangani mesin lain. Letak mesin itu kebetulan berada dekat dengan kantor atasannya. Saat itulah ia melihat Miller yang keluar dari ruangan, nampaknya ia baru saja mengajukan surat resmi pengunduran dirinya.
Ketika keduanya bertemu, Miller sempat melontarkan ucapan bahwa lengan harus dibayar dengan lengan. Muka Trevor langsung pucat pasi, tetapi ternyata Miller hanya bercanda. Pria ini mengaku tak dendam sekalipun pada Trevor karena ia mengenal Trevor dengan baik.
Namun tak disangka ketika Miller berlalu, mesin yang sedang dibetulkan Trevor tiba-tiba menyala sendiri, padahal tangan kanan Trevor sedang berada di sela-selanya. Ia sudah berteriak minta tolong tetapi suaranya tertutup oleh deru mesin. Beruntung saat lengannya nyaris terjepit, Trevor berhasil menarik sebuah tang besar dari meja untuk mengganjal laju mesin itu. Upaya ini juga sukses mematikan mesin tersebut.
Barulah saat itu teman-temannya berlari menghampirinya. Mereka lantas berusaha menolong Trevor. Namun karena kalut, Trevor malah menuduh teman-temannya bersekongkol untuk mencelakakannya padahal tak ada yang berbuat demikian. Mandor Trevor akhirnya memecatnya.
Setelah menenangkan diri di apartemen Stevie, Trevor kembali ke apartemennya sendiri yang gelap gulita. Rupanya ia lupa membayar listrik karena beragam hal yang dilaluinya belakangan. Setelah menyalakan lampu minyak, Trevor terkejut Mrs Shrike menyelinap masuk ke apartemennya. Ternyata wanita ini mengaku kamarnya bocor, dan ada kemungkinan kebocoran itu bersumber dari kamar Trevor yang persis berada di atasnya.
Trevor yakin tak ada masalah dan meminta Mrs Shrike kembali ke kamarnya. Tetapi begitu masuk ke dapur, pria ini terkejut bukan main melihat kulkasnya seolah bersimbah darah, bahkan sampai membasahi lantai dapurnya. Mungkin inilah yang kemudian mengakibatkan kamar Mrs Shrike bocor. Tetapi Trevor tak berbuat apa-apa. Ia justru memperhatikan note di pintu kulkasnya yang sudah berubah lagi, di mana garis ke-2 dan ke-3 telah terisi huruf I dan L. Trevor lantas sibuk mengutak-atik note itu dan menemukan kata MILLER di sana.
Demi menjawab rasa penasarannya, Trevor mendatangi rumah Miller dan disambut ramah oleh pria ini. Nampaknya Trevor beranggapan bahwa Miller-lah yang berada di balik semua ini, walaupun di luar Miller tampak tidak menyalahkan Trevor atas lengannya. Dikonfrontir seperti itu, Miller tentu tersinggung tetapi ia berusaha tetap tenang. Ketika akhirnya Trevor menyerangnya, kesabaran Miller pun habis dan perut Trevor ditinjunya keras-keras. Hal ini cukup membuat Trevor gentar dan pergi dari rumah Miller.
Keluar dari rumah Miller, Trevor lagi-lagi melihat Ivan lalu mengejarnya. Keduanya berjalan jauh bahkan sampai melewati terowongan. Di situlah Trevor mulai membaca plat nomor Ivan, yaitu 743CR. Sayang Trevor tak dapat melanjutkan pengejaran karena mobilnya mogok. Ia lantas memutuskan putar balik dan mencari kantor DMV (Department of Motor Vehicles) untuk mencari alamat pemilik mobil dengan plat yang dicatatnya.
Foto: dok istimewa
Petugas mengatakan hal itu bersifat rahasia, dan hanya bisa didapat jika telah terjadi kejadian kriminal. Itupun harus melalui pelaporan polisi. Trevor lantas berpura-pura dengan mengatakan dirinya telah menjadi korban tabrak lari dari mobil itu, tetapi si petugas tak percaya karena melihat fisik Trevor tampak baik-baik saja. Muncullah ide gila. Trevor menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di depan kantor DMV. Walaupun selamat, wajah Trevor tak pelak dipenuhi luka memar dan berdarah-darah. Ia pun berjalan masuk ke kantor polisi dan melaporkan plat mobil tersebut.
Foto: dok istimewa
Setelah berjam-jam menunggu, seorang petugas kepolisian akhirnya mendatanginya. Ia bertanya apakah Trevor yakin itu adalah nomor plat yang dicarinya. Pertanyaan kedua lebih aneh lagi, si petugas bertanya apakah Trevor pernah kemalingan mobil dan Trevor menggelengkan kepalanya. Jawaban si petugas sungguh mengejutkan. Mobil dengan plat 743CR itu terdaftar atas nama Trevor sendiri. Trevor sendiri yang melaporkannya ke polisi setahun yang lalu karena kondisinya hancur berkeping-keping.
Di tengah kebingungan, Trevor diingatkan si petugas bahwa ada sanksi berat jika seorang warga negara membuat laporan palsu. Trevor segera sadar dan lari dari si petugas. Keduanya kemudian berkejaran, hingga masuk ke stasiun bawah tanah tetapi Trevor berhasil lolos dengan masuk ke gorong-gorong di bawah stasiun.
Sesampainya di dekat apartemen, Trevor melihat Mrs Shrike sedang berbicara dengan seorang petugas kepolisian. Itu artinya posisinya tak aman. Ia kemudian memutuskan mendatangi apartemen Stevie. Stevie kemudian merawat luka-luka Trevor. Setelah itu Stevie membantu menyiapkan makan malam untuk Trevor. Trevor terkejut ketika melihat sebuah foto terpajang di pinggir kasur Stevie, yaitu foto Reynold dan Ivan yang pernah dimilikinya sebelumnya. Foto itu dicuri Trevor dari dompet Ivan beberapa waktu lalu.
Trevor kemudian mengira Ivan adalah mantan kekasih Stevie. Ia langsung naik pitam dan menuduh Ivan melakukan segalanya karena Trevor berhasil meniduri sekaligus mendapatkan hati Stevie. Namun menurut keterangan Stevie, foto itu ditinggalkan sendiri oleh Trevor di laci.
Anehnya, setelah dicek oleh Stevie, yang ada di foto itu bukanlah Reynold dan Ivan, melainkan Reynold dan Trevor. Tetapi bukannya meminta maaf kepada Stevie, Trevor pergi begitu saja. Seperti biasa saat mengalami kekacauan, Trevor mendatangi kafe bandara. Saat ingin bicara dengan Marie, Trevor terkejut bukan main ketika melihat ada pelayan lain yang menemuinya.
Ia bertanya di mana Marie dan si pelayan lebih kaget lagi karena Trevor bisa bicara. Si pelayan juga menceritakan tiap kali Trevor datang, ia hanya diam dan memandangi kopinya semalaman. Si pelayan juga menjelaskan tak ada pelayan bernama Marie di kafe itu. Trevor pun pergi dan lagi-lagi ia melihat Ivan di tempat parkir. Trevor kemudian membuntutinya hingga Ivan berhenti di suatu tempat yang tak lain adalah apartemen Trevor. Ia lebih terkejut lagi ketika Ivan mengajak Nicolas untuk masuk ke sana.
Trevor memberanikan diri untuk mengikuti mereka. Di dalam apartemen, Trevor melihat Ivan mencukur janggutnya dengan pisau. Trevor takut Ivan sedang menyandera Nicolas. Pria kurus ini pun kemudian mencoba menyergap Ivan dan berhasil menggorok lehernya dengan pisau yang dibawa Ivan sendiri. Namun betapa terkejutnya Trevor ketika akan membuang mayat Ivan ke laut karena jenazahnya hilang begitu saja. Bahkan saat itu tiba-tiba saja Ivan sudah ada di belakangnya.
Mereka kembali ke apartemen Trevor dan setelah mencuci muka dan tangannya, Trevor menyadari siapa dirinya dan Ivan sebenarnya. Ivan tak lain adalah sisi jahat dari dirinya yang dulu pernah melakukan tabrak lari. Korbannya saat itu seorang anak laki-laki, yang tak lain adalah Nicolas. Setelah menabrak, ia sempat berhenti sebentar ke belakang dan melihat ibu Nicolas, yaitu Marie, berlari meraih tubuh Nicolas yang tergeletak di tengah jalan. Barulah setelah itu ia tancap gas. Mobil yang ditumpangi Ivan juga tak lain mobil Trevor sendiri yang kebetulan digunakannya untuk menabrak Nicolas.
Setelah itu Trevor mengemasi barang-barangnya dari apartemen dan menyerahkan diri ke polisi. Ia juga berhasil memecahkan teka-teki yang ada di note, karena Trevor tak lain adalah seorang 'KILLER' atau pembunuh. Namun semuanya terbayar begitu ia dijebloskan ke penjara. Akhirnya Trevor pun bisa terlelap.
Foto: dok istimewa
Membunuh orang lain merupakan suatu perbuatan yang teramat keji, apalagi jika korbannya adalah anak-anak. Tak pelak ketika Trevor Reznik melakukan tabrak lari, trauma berat dialaminya hingga ia merasakan insomnia. Bahkan tak hanya sehari, namun hingga setahun lamanya.
Selain insomnia, tingginya intensitas trauma yang dirasakan Trevor juga tercermin dari munculnya sosok lain yang ia beri nama Ivan.
Di sinilah Trevor dikatakan mengalami gangguan mental yang disebut 'gangguan disosiatif' di mana seseorang mengalami masalah dengan ingatan, identitas, emosi, persepsi, dan perilaku karena trauma yang dirasakannya.
Hanya karena fisik Ivan berbeda dengan dirinya, maka ia menganggap sosok ini adalah orang lain. Dan Trevor sama sekali tak ingat apa saja yang pernah dialaminya, utamanya terkait dengan trauma tersebut.
Dikutip dari www.psychiatry.org, dengan melakukan disosiasi, seseorang akan terbantu untuk mentolerir pengalaman traumatis seperti kecelakaan, bencana alam atau menjadi korban kejahatan yang dialaminya. Sebenarnya bagi mereka ini juga sulit untuk dihadapi, untuk itu pakar menyebut disosiasi ini sebagai semacam 'mekanisme pertahanan diri' dari kondisi mental yang terlalu buruk.
Trevor juga jelas mengalami gangguan disosiasi karena didasarkan pada tiga gejala nyata dari gangguan ini yang terlihat padanya:
1. Adanya identitas lain, bisa satu, dua bahkan lebih. Biasanya dibarengi dengan perubahan perilaku, ingatan dan pola pikir tetapi penderita tentu tak menyadari adanya identitas lain ini.
2. Ingatan yang melompat-lompat, misalnya terkait kesehariannya. Mungkin ini pula sebabnya penonton diajak mengikuti Trevor yang memiliki keseharian tak tentu. Ambil contoh ada beberapa kali adegan di mana suatu saat sedang berada di apartemen Stevie, lalu tiba-tiba sudah di apartemennya sendiri. Setelah insiden lengan Miller terpotong, Trevor juga bisa bertingkah laku biasa, bahkan makan daging ayam dengan lahap, seolah-olah baru saja tidak terjadi apa-apa.
3. Kedua gejala tersebut kemudian mengakibatkan munculnya persoalan di lingkungan sosial maupun pekerjaan, bahkan yang bersangkutan menjadi tidak berfungsi di tengah masyarakat. Apalagi Trevor sempat menuduh beberapa orang berada di balik kemalangannya. Selain itu, karena ini pula Trevor mengakibatkan lengan Miller putus sehingga rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi.
Hal menonjol lain yang terlihat pada diri Trevor adalah orang dengan gangguan disosiatif cenderung sibuk mengamati dirinya sendiri, terutama perilaku dan bentuk tubuhnya. Dalam hal ini yang diamati Trevor adalah Ivan. Mengapa fisik keduanya berbeda? Ini lumrah ditemukan pada penderita gangguan disosiatif. Padahal meski wajah dan perawakan Ivan berbeda dengan Trevor, dulunya Trevor juga berperawakan kekar seperti Ivan, termasuk cara berpakaian dan berkendaranya yang seperti anak motor.
Yang pasti, perlu dipahami bahwa meskipun dari luar tampak sama sekali berbeda, mereka sebenarnya adalah manifestasi dari satu orang. Pada penderita gangguan disosiatif, penggunaan nama tersendiri untuk memanggil identitasnya yang lain juga merupakan hal biasa.
Pada umumnya gejala penderita gangguan disosiatif dapat dikendalikan dengan pengobatan, yaitu psikoterapi. Namun nampaknya Trevor tak butuh itu, karena ketika akhirnya ia menyerahkan diri ke polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya setahun lalu, ia akhirnya bisa tenang. Terbukti, begitu masuk sel, Trevor bisa terlelap lagi setelah sekian lama.