Skin Hunger, Ketika Seseorang Sangat Merindukan Sentuhan Orang Lain

Skin Hunger, Ketika Seseorang Sangat Merindukan Sentuhan Orang Lain

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 13 Mar 2017 12:30 WIB
Skin Hunger, Ketika Seseorang Sangat Merindukan Sentuhan Orang Lain
Foto: thinkstock
Jakarta - Pernah merasa sangat kesepian dan merindukan sentuhan atau kontak fisik dari orang terkasih? Jangan takut. Pakar mengatakan perasaan tersebut benar-benar ada.

Pakar psikologi Suzanne Degges-White, PhD, mengatakan perasaan rindu dan butuh akan sentuhan disebut sebagai skin hunger. Kebutuhan akan kontak fisik tersebut biasanya disalurkan lewat sentuhan, baik dengan berpegangan tangan, merangkul atau pelukan erat.

"Sama seperti lagu yang membuat Anda menangis, atau pemandangan matahari terbenam yang menyejukkan hati, berada dalam pelukan hangat orang terkasih bisa menghasilkan reaksi emosional ketika Anda membutuhkannya," tutur Suzanne, dalam tulisannya di laman Psychology Today.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Menyikapi Anak yang Mesti Ditepuk-tepuk Ibunya Sebelum Tidur

Suzanne menuturkan bahwa kebutuhan akan sentuhan merupakan insting seluruh makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Sentuhan dan kontak kulit ke kulit sangat dibutuhkan untuk menunjukkan keintiman dan perasaan kasih sayang.

Contoh paling nyata terlihat pada bayi, di mana ketika bayi menangis, sentuhan dari ibu dapat dengan sekejap menenangkannya. Namun ketika kita semakin tua, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan sentuhan akan semakin berkurang.

"Tentu saja kita tidak akan membiarkan orang asing memeluk diri kita. Di sisi lain, kebutuhan kita akan sentuhan akan terus ada. Maka dari itu kita harus membiasakan sentuhan dan pelukan dari orang yang benar-benar kita percaya," paparnya lagi.

Masyarakat usia produktif dan masih memiliki pasangan dan keluarga mungkin sulit merasakan skin hunger. Namun pada kelompok lansia, terutama yang tinggal di panti jompo dan pusat perawatan lainnya, skin hunger merupakan masalah serius.

Suzanne menuturkan kebijakan untuk memberikan pelukan kepada seluruh penghuni panti jompo kini mulai digerakkan. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari rasa kesepian hingga mengurangi risiko depresi yang lazim dirasakan lansia.

"Karena itu jangan ragu untuk memeluk orang terkasih Anda sesegera dan sesering mungkin. Penelitian bahkan membuktikan pelukan dapat menjaga tekanan darah, meningkatkan hormon oksitosin hingga meredakan stres," paparnya.

Baca juga: Video Ini Buktikan Sentuhan Ibu Memang Paling Menenangkan

(mrs/up)

Berita Terkait