Jumat, 17 Mar 2017 07:08 WIB

Sedot Tinja di Gang Sempit, Kedoteng Jadi Andalan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: M Reza Sulaiman/detikHealth
Jakarta - Salah satu hambatan pelaksanaan program sedot tinja adalah akses jalan di perkampungan padat penduduk. Jalan sempit dengan lebar kurang lebih 1 meter tentu saja tidak bisa dilalui oleh truk penyedot tinja.

Nah, Kelurahan Pekojan di Tambora, Jakarta Barat, punya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bagaimana caranya?

"Namanya Kedoteng. Singkatan dari Kereta Dorong Septic Tank. Kedoteng ini bisa masuk ke gang-gang sempit di pemukiman padat penduduk seperti Pekojan, di mana truk septic tank tidak bisa masuk," tutur Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, kepada detikHealth.

Baca juga: Sedot Septic Tank di Pekojan Bisa Dibayar Pakai Sampah

Kedoteng sejatinya adalah gerobak dorong dengan tangki yang dimodifikasi. Berbekal pipa dengan panjang 15 meter dan mesin penyedot portable, kedoteng bisa menjangkau rumah warga di pemukiman padat penduduk yang memiliki gang sempit.

"Kapasitasnya kurang lebih 300-400 liter saja. Ada juga variasi yang menggunakan motor namanya Kemoteng, kereta motor septic tank, dengan kapasitas yang lebih besar mencapai 500-600 liter," tutur Hendry Sitohang dari PD Pengolahan Air Limbah (PD PAL Jaya).

Untuk satu rumah, kedoteng bisa dioperasikan hingga 2 kali. Selain karena terbatasnya kapasitas tangki, tenaga yang dihabiskan untuk mendorong kedoteng dari rumah warga ke tempat penampungan limbah sementara juga tidak sedikit.

Kedoteng juga merupakan salah satu bagian dari sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang dilakukan Kelurahan Pekojan. Biaya penggunaan kedoteng diambil dari hasil penjualan sampah botol, plastik, kardus dan kertas di bank sampah.

STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku sanitasi dan kebersihan melalui pemberdayaan masyarakat. Di Pekojan, pendekatan STBM terlihat sekali dengan adanya sinergi dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, sektor swasta dan pemerintah pusat.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Imran Agus Nurali, SpKO, berharap ke depannya sinergi seperti ini bisa dicontoh oleh daerah lain. Prinsip STBM adalah pemberdayaan masyarakat sehingga apa yang dilakukan di Kelurahan Pekojan ini patut ditiru oleh daerah lain.

"Sanitasi harus diatasi bersama. Harus ada kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan mitra lainnya agar masalah sanitasi di Indonesia bisa segera teratasi," tutupnya.

Baca juga: Toilet Umum di China Meledak, Diduga karena Tak Pernah Dikuras


(mrs/vit)