Ya, gadis 21 tahun ini mengubah bercak di kulitnya menjadi gambar seperti peta dunia atau The Starry Night karya Van Gigh. Menurut Ashley, sebelumnya dia tidak menyadari bahwa vitiligo di tubuhnya bisa menjadi sesuatu yang indah dan membuatnya kembali menemukan kepercayaan diri.
"Sampai suatu ketika saya menggambarnya dengan spidol hitam, saya baru menyadari bahwa perbedaan di kulit saya bisa jadi sesuatu yang positif. Ternyata saya bisa mengubah ketidaksempurnaan saya menjadi sesuatu yang indah dan lebih bisa diterima," tutur Ashley, dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ashley Soto (Foto: instagram/@radiantbambi) |
"Waktu itu dia bertanya apakah saya melakukan mandi dengan bleaching. Di situ perasaan saya hancur, saya hanya bisa menangis dan sejak itu saya selalu menutupi tubuh saya dengan pakaian panjang," tambah Ashley.
Baca juga: Vitiligo Tak Bisa Sembuh 100 Persen? Ini Kata Dokter
Vitiligo dialami Ashley saat berusia 12 tahun. Kala itu, vitiligo pertama kali muncul di lehernya. Dalam setahun, vitiligo sudah menyebar ke 75 persen area tubuh Ashley dan di bagian kakilah belang tersebut mudah terlihat.
Di usia remaja, Ashley menemukan kepercayaan dirinya setelah ia melukis tubuh belangnya. Sejak saat itu pula, Ashley pede menunjukkan kondisinya dan bangga bahwa kekurangan yang ia alami nyatanya bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.
Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, dr Suksmagita Pratidina SpKK dari Skin and Aesthetic Clinic RS Pondok Indah-Puri Indah, mengatakan vitiligo merupakan hilangnya pigmen atau depigmentasi di area kulit tertentu. Jadi bukan sekadar pigmen padaa kulit kurang, tetapi tidak ada.
"Oleh karena itu warnanya nggak sekadar memudar tapi warnanya menjadi putih susu dalam arti pigmennya sudah tidak ada lagi di situ," kata dr Gita, begitu ia akrab disapa.
Untuk penyebabnya, dr Gita menuturkan terdapat banyak teori yang mengungkapkan jika vitiligo berhubungan dengan penyakit autoimun, di mana tubuh justru menyerang sistem imunitas. Pada vitiligo, dikatakan dr Gita yang sebenarnya dihancurkan adalah sel pigmen. Sehingga, tubuh menganggap sel pigmen adalah benda asing dan sel pigmen dihancurkan sendiri oleh tubuh.
Selain berkaitan dengan autoimun, ada pula yang menyebut bahwa vitiligo berhubungan dengan oksidan. Kemudian berhubungan juga dengan faktor lingkungan. Ada juga teori yang menyebut vitiligo berhubungan dengan genetik atau faktor keturunan, demikian disampaikan dr Gita.
Baca juga: Mereka Tetap Semangat dan Pede Meski Berkulit Belang Akibat Vitiligo
(rdn/vit)












































Ashley Soto (Foto: instagram/@radiantbambi)