Jakarta -
Ketika mengalami mimpi buruk detak jantung bisa meningkat sementara tangan dan kaki sesekali menyentak. Apakah dikejar sosok menyeramkan, alami bencana, atau sesuatu yang memalukan biasanya ketika terbangun kita bisa mengingat jelas mimpi tersebut.
Mengapa kadang kita mengalaminya? Peneliti percaya karena otak berusaha memaknai sinyal-sinyal acak yang keluar ketika kita tidur dalam tahap Rapid Eye Movement (REM). Tapi selain itu dipercaya juga ada beberapa faktor lain yang dapat memicu mimpi buruk.
Baca juga: Sering Mengalami Mimpi Buruk, Normal Nggak Ya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contohnya:
1. Demam
Foto: Thinkstock
|
Biasanya seseorang yang sedang demam malamnya hampir pasti mengalami mimpi buruk. Focus Science and Technology menjelaskan hal ini terjadi karena perubahan suhu membuat otak mudah mengalami halusinasi atau bayang-bayang.
Terlebih pada fase REM tubuh tidak bisa lagi mengontrol suhu tubuh seperti biasa sehingga ketika saat itu seseorang sedang demam maka akan ada aktivitas sinyal berlebih di dalam otak. Dampaknya mimpi pun mungkin menjadi lebih aneh.
2. Makanan pedas
Foto ilustrasi: Suparno Nodhor-detikFinance
|
Sebenarnya tidak ada bukti kuat bahwa makanan pedas bisa memicu mimpi buruk. Namun sebuah kajian studi di Kanada menunjukkan, 8,5 persen penelitian membuktikan adanya hubungan antara mimpi buruk dengan makanan yang dikonsumsi sebelum tidur.
"Ya, makanan pedas kadang-kadang bisa menyebabkan mimpi buruk atau mimpi aneh. Mungkin karena beberapa orang lebih sensitif terhadap komposisi kimia pada makanan tertentu," kara Tore Nielsen, profesor dari laboratorium mimpi di Universite de Montreal.
Peneliti menduga makanan pedas juga dapat memicu aktivitas otak yang berlebih saat seseorang tidur dalam fase REM.
3. Konsumsi obat
Foto: thinkstock
|
Mimpi buruk atau mimpi aneh ketika mengonsumsi obat-obatan tertentu bukan sesuatu yang jarang terjadi meski produsen obat tidak pernah mencantumkannya sebagai efek samping. Sebagai contoh obat antidepresan misalnya mengubah senyawa di dalam otak yang mengatur emosi dan ini bisa berdampak ketika seseorang tidur.
Obat lain misalnya antibiotik tertentu, obat hipertensi, dan narkolepsi.
4. Kehamilan
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Ibu hamil bisa mengalami beberapa mimpi yang cukup menakutkan dan terasa nyata. Menurut Baby Center biasanya hal ini terjadi pada trimester ketika dan penyebabnya kemungkinan karena alasan emosi berkaitan dengan rasa takut dan cemas menjadi seorang ibu.
Ahli mengatakan mimpi buruk yang dialami ibu hamil bisa jadi sebuah proses mental untuk membantunya bersiap-siap menjadi orang tua.
5. Stres
Foto: Getty Images
|
Stres merupakan penyebab paling umum seseorang mengalami mimpi buruk. dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa stres yang dialmi sebelum tidur dapat membuat seseorang mengalami mimpi buruk.
"Biasanya terjadi karena situasi emosi pada saat sebelum tidur. Kalau sebelum tidur emosi kita terpengaruh karena dikejar-kejar deadline pekerjaan, maka bisa berpotensi bermimpi buruk waktu tidur," kata dokter yang akrab disapa dr Ade itu.
Biasanya seseorang yang sedang demam malamnya hampir pasti mengalami mimpi buruk. Focus Science and Technology menjelaskan hal ini terjadi karena perubahan suhu membuat otak mudah mengalami halusinasi atau bayang-bayang.
Terlebih pada fase REM tubuh tidak bisa lagi mengontrol suhu tubuh seperti biasa sehingga ketika saat itu seseorang sedang demam maka akan ada aktivitas sinyal berlebih di dalam otak. Dampaknya mimpi pun mungkin menjadi lebih aneh.
Sebenarnya tidak ada bukti kuat bahwa makanan pedas bisa memicu mimpi buruk. Namun sebuah kajian studi di Kanada menunjukkan, 8,5 persen penelitian membuktikan adanya hubungan antara mimpi buruk dengan makanan yang dikonsumsi sebelum tidur.
"Ya, makanan pedas kadang-kadang bisa menyebabkan mimpi buruk atau mimpi aneh. Mungkin karena beberapa orang lebih sensitif terhadap komposisi kimia pada makanan tertentu," kara Tore Nielsen, profesor dari laboratorium mimpi di Universite de Montreal.
Peneliti menduga makanan pedas juga dapat memicu aktivitas otak yang berlebih saat seseorang tidur dalam fase REM.
Mimpi buruk atau mimpi aneh ketika mengonsumsi obat-obatan tertentu bukan sesuatu yang jarang terjadi meski produsen obat tidak pernah mencantumkannya sebagai efek samping. Sebagai contoh obat antidepresan misalnya mengubah senyawa di dalam otak yang mengatur emosi dan ini bisa berdampak ketika seseorang tidur.
Obat lain misalnya antibiotik tertentu, obat hipertensi, dan narkolepsi.
Ibu hamil bisa mengalami beberapa mimpi yang cukup menakutkan dan terasa nyata. Menurut Baby Center biasanya hal ini terjadi pada trimester ketika dan penyebabnya kemungkinan karena alasan emosi berkaitan dengan rasa takut dan cemas menjadi seorang ibu.
Ahli mengatakan mimpi buruk yang dialami ibu hamil bisa jadi sebuah proses mental untuk membantunya bersiap-siap menjadi orang tua.
Stres merupakan penyebab paling umum seseorang mengalami mimpi buruk. dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa stres yang dialmi sebelum tidur dapat membuat seseorang mengalami mimpi buruk.
"Biasanya terjadi karena situasi emosi pada saat sebelum tidur. Kalau sebelum tidur emosi kita terpengaruh karena dikejar-kejar deadline pekerjaan, maka bisa berpotensi bermimpi buruk waktu tidur," kata dokter yang akrab disapa dr Ade itu.
(fds/up)