Kamis, 23 Mar 2017 07:06 WIB

Pasangan Terlalu Posesif dan Protektif? Ini Kata Psikolog

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam menjalin sebuah hubungan, masalah bisa saja hadir dari berbagai macam hal. Misalnya dari sifat pasangan yang overposesif dan protektif yang kerap menjadi suatu masalah dalam sebuah hubungan.

Pustika Rucita, BA, MPsi, Psikolog dari Tiga Generasi mengatakan, kebiasaan overposesif dan protektif sebaiknya dikenali terlebih dahulu seperti apa dan sejauh apa terjadi dalam suatu hubungan. Jika kebiasaan tersebut tetap membuat pasangan nyaman dan memiliki alasan yang masuk akal maka hal tersebut masih tergolong sebagai hal yang wajar.

"Nah, kalau memang sudah membuat kita terkekang. Misalnya kita jadi nggak bisa beraktivitas dan nggak punya teman maka sebaiknya langsung dibicarakan pada pasangan," kata Cita di sela-sela Live Chat detikHealth dan detikForum di detikcom, Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca juga: Orangtua Terlalu Protektif Perlambat Pertumbuhan Otak Anak

"Saat dibicarakan langsung pada pasangan, kita kan jadi bisa lebih tahu alasan pasangan kenapa seperti itu. Bisa saja, pasangan memiliki trauma di masa lalu atau punya rasa kecemasan yang berlebihan," sambung wanita berhijab ini.

Cita mengatakan, solusi akan muncul dengan mudah ketika pasangan sudah mengetahui di mana letak permasalahannya. Oleh karena itu, pasangan diharapkan untuk selalu melakukan komunikasi mengenai masalahnya.

Nah untuk mencegah permasalahan ini, menurut Cita, pasangan harus saling terbuka untuk menyampaikan apa saja yang tidak disukainya. Sebab, hal tersebut dapat menjadi lebih rumit ketika sudah menjadi bagian dari pola kebiasaan.

Baca juga: Menghadapi Rasa Duka Saat Pasangan Meninggal Dunia (hrn/up)