Kamis, 23 Mar 2017 14:31 WIB

Ketahui Penyebaran 'Si Kuman Udara' Penyebab Tuberkulosis

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Media for Medical/Getty Images
Jakarta - Tuberkulosis atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis atau kuman TB. Umumnya penyakit ini menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, kulit dan usus.

Penyakit yang tak mengenal usia ini dapat menyebabkan kematian bila tidak segera diobati. Maka itu menyambut Hari TB Sedunia 24 Maret mendatang, Kementerian Kesehatan terus berupaya menanggulangi penyebaran penyakit TB dengan Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis, melalui aksi Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS).

Baca juga: Respons Pasien TB Saat Diedukasi: Takut Stigma, Ngotot, Hingga Patuh

"Bagaimana pun penyakit ini masih belum kita kendalikan dengan optimal," tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr H Mohamad Subuh, MPPM, di ruang Maharmardjono lantai 3, Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said Blok X 5 Kav 4-9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).

Dikatakan dr Subuh, tuberkulosis merupakan penyakit menular di Indonesia yang paling besar angka kematiannya, mencapai 100 ribu dalam setahun atau sekitar 7-8 orang setiap 1 jam. Di mana risiko penularan dipengaruhi oleh jumlah kuman, lamanya kontak, dan daya tahan tubuh seseorang.

Umumnya gejala yang dirasakan adalah batuk berdahak selama lebih dari dua pekan. Di samping itu, ada beberapa gejala tambahan, seperti demam, berkeringat di malam hari, dan nyeri dada.

"Bila seperti itu segera periksakan dahaknya. Ini sangat perlu untuk upaya pencegahan," ucap dr Subuh.

Kemudian kata dr Subuh, potensi penularan melalui penyebaran kuman tuberkulosis ketika berbicara dengan jarak 30 centimeter bisa mencapai 210 partikel. Jika batuk mencapai 3.500 partikel dengan jarak 1-1,5 meter. Kemudian bersin bisa lebih jauh lagi bisa 1,5-2 meter, antara 4.500-1 juta partikel.

"Jadi jangan dikira kalau ada orang batuk, kita agak jauh dengan dia, kita tidak bisa terkena, setengah meter saja sudah berpengaruh," terangnya lagi.

Nah untuk perlindungan, gunakanlah masker. Selain itu diperlukan partisipasi pengendalian tuberkulosis bukan hanya dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat saja, tapi juga penderita.

Baca juga: Edukasi Berlapis Bisa Jadi Upaya Agar Pasien TB Tak Drop Out (hrn/up)