Duh, Dokter Tak Sarankan Kotoran Mata Langsung Diambil Pakai Tangan

Duh, Dokter Tak Sarankan Kotoran Mata Langsung Diambil Pakai Tangan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 24 Mar 2017 10:41 WIB
Duh, Dokter Tak Sarankan Kotoran Mata Langsung Diambil Pakai Tangan
Foto: thinkstock
Jakarta - Dr Ivan Schwab, MD dari University of California Davis School of Medicine menegaskan yang namanya kotoran mata atau rheum tentu merupakan sesuatu yang kotor. Tetapi Ivan menambahkan kotoran mata juga tidak bersifat steril.

Untuk itu kotoran mata sekalipun tidak boleh dibersihkan dengan tangan. "Pertama-tama, tidak boleh langsung mengusap kotoran mata Anda dengan tangan kosong," tegasnya seperti dilaporkan Huffington Post.

Yang paling baik adalah menggunakan handuk yang basah serta hangat. Kalaupun terlanjur menggunakan tangan kosong, Ivan juga meminta agar yang bersangkutan segera mencuci tangannya setelah membersihkan kotoran mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lain Ivan, lain pula saran Dr Sherleen Chen, direktur layanan katarak dan optalmologi dari Massachusetts Eye and Ear Infirmary, Boston.

"Yang terbaik adalah dengan meletakkan handuk hangat di atas kelopak mata selama 1-2 menit, kemudian usapkan ke mata secara perlahan untuk membersihkan kotoran yang menempel di mata," ungkapnya.

Baca juga: Kotoran Mata Ada yang Basah dan Ada yang Kering, Kenapa Ya?

dr M Nurdin Zuhri, SpM dari RSUD Dr Soetomo juga menambahkan, kotoran mata bisa dibersihkan dengan kain atau tisu bersih. Jika belek mengeras, dapat pula dibersihkan dengan kain atau tisu yang dibasahi air.

"Nah, kalau mata terkena benda asing atau kelilipan maka cara yang paling aman adalah dengan cara melakukan irigasi atau mengguyur benda asing di mata dengan air steril," pesan dr Nurdin dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Ia juga mengingatkan, kotoran mata yang muncul secara terus-menerus perlu mendapatkan perhatian khusus. Apalagi jika disertai dengan keluhan seperti nyeri, panas, mata merah, dan gatal.

"Jika telah diketahui penyebabnya maka dapat dilakukan tindakan pengobatan sesuai sebabnya," ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut.

Baca juga: Kalau Kotoran Matanya Seperti Ini, Yuk Ke Dokter (lll/up)

Berita Terkait