dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, dalam perbincangan dengan detikHealth menjelaskan seseorang kelebihan beban kerja jika merasa lelah yang teramat sangat, mengantuk berlebihan, serta ada perasaan jantung berdebar-debar. Dalam beberapa kasus kadang disertai tensi yang turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang mengambil sabu demi 'on' lebih lama, dr Andri menyarankan untuk beristirahat sejenak. Bagaimanapun manusia bukanlah mesin, butuh waktu untuk istirahat dan tidur.
"Tidur adalah cara beristirahat paling baik. Makanya orang bahkan sampai berobat ke dokter untuk bisa tidur ya," sambung dokter berkacamata ini.
Baca juga: Kata Dokter Soal Artis yang Kedapatan Gunakan Sabu
Tidur, sambungnya, merupakan cara yang paling baik untuk meregenerasi sel-sel di otak. Ini juga merupakan cara paling baik untuk membuat diri merasa lebih baik. "Makanya jangan lupa kita harus tidur yang cukup," imbuh dr Andri.
Meski penggunaan sabu akan menimbulkan motivasi, semangat, peningkatan aktivitas motorik dan peningkatan rasa senang yang berlebihan, namun bisa menimbulkan ketergantungan yang sulit dilepaskan.
Nah, jika seseorang menginginkan mendapat rasa senang, sabu bukan solusi. Karena sabu hanya memberikan kesenangan sesaat. Ingat, ada dampak tidak main-main jika sampai kecanduan dan bahkan over dosis.
"Jika menginginkan kesenangan maka saran yang sehat adalah dengan berolahraga, meditasi, tertawa, berhubungan seks dengan pasangan sah dan makan cabe. Aktivitas ini bisa meningkatkan endorfin (endo morfine, alias morfin internal yang dihasilkan tubuh sendiri) yang bisa membuat kita bahagia. Jangan cari kebahagian semu lewat narkoba," pesan dr Andri melalui artikelnya di Kolom Dokter yang dibuat di detikHealth beberapa waktu lalu.
Baca juga: Begini Efek Sabu pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Ridho Rhoma
(vit/vit)











































