Dr Hadi Shafiee dari Brigham and Women's Hospital sekaligus pengajar di Harvard Medical School mengatakan masih ada pria yang terlalu malu pergi ke dokter untuk mengecek kesuburannya. Dengan adanya teknologi ini, Shafiee mengatakan cek kesuburan pria akan semudah mengecek kehamilan lewat test-pack.
"Infertilitas merupakan masalah besar bagi pria. Masih banyak yang terlalu malu untuk pergi ke dokter urologi dan melakukan tes kesuburan. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan masalah tersebut dapat teratasi," tutur Shafiee, dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi baru ini memiliki dua perangkat. Perangkat pertama adalah alat eksternal yang disambungkan ke smartphone untuk mengambil sampel, sedangkan perangkat kedua adalah aplikasi untuk menganalisis.
Foto: CNN |
Penelitian untuk mencari tahu akurasi aplikasi ini sudah dilakukan kepada 350 sperma yang diambil dari berbagai klinik kesuburan. Hasil penelitian menyebut aplikasi ini cukup akurat dengan persentase mengetahui adanya infertilitas hingga 98 persen.
"Alat ini merupakan hasil dari penggabungan teknologi dengan kedokteran. Kami percaya alat ini nantinya akan mampu membantu banyak pasangan suami dan istri," tutur Shafiee lagi.
Saat ini aplikasi buatan Shafiee masih melalui tahap pengujian oleh FDA Amerika Serikat. Ia mengatakan optimis aplikasi buatannya akan diterima dengan baik oleh masyarakat. Sayangnya, aplikasi ini belum akan dirilis untuk umum dalam waktu dekat.
"Mungkin butuh waktu beberapa tahun lagi sebelum aplikasi ini benar-benar sempurna. Namun kami yakin aplikasi ini bisa jadi solusi mengatasi infertilitas, terutama di negara berkembang di mana masih pemeriksaan infertilitas masih tabu dan dipenuhi stigma," tuturnya.
Baca juga: Dari 4 Juta Pasangan Tak Subur, Cuma 5 Persen yang Butuh Bayi Tabung
(mrs/vit)












































Foto: CNN