"Sempatkan diri untuk olahraga walaupun sibuk karena olahraga itu kan harus setiap hari. Misalnya lari satu jam kan cukup. Misalnya dari setengah enam sampai setengah tujuh," ucap Farhan.
Ditemui detikHealth di sela-sela acara temu media Kampanye #Sweat4Edu di rumah belajar Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Duri Kepa, Jalan Panjang, Jakarta Barat, Kamis (30/3/2017), Farhan menjelaskan untuk melakukan olahraga lain seperti berenang dan bersepeda diperlukan persiapan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan olahraga lari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dibanding Olahraga Sendiri, Ini Kelebihan Saat Gabung Klub Kebugaran
Nah, dengan rutin berolahraga ia dapat terhindar dari flu yang bisa menurunkan kebugarannya. Selain itu, menurut Farhan cara lain menjaga kesehatan adalah dengan tidur minimal enam jam dalam sehari.
"Jangan sampai kurang tidur, saya tidur minimal 6 jam. Kalau pun mesti begadang, paginya jangan maksa lari. Kalau mau istirahat yang cukup dulu dan jangan lupa pemanasan," imbuh Farhan.
Sebab, ia menjelaskan di usianya yang sudah di atas 40 tahun, terlalu memaksakan lari akan membuat dia rentan cedera, misalnya di persendian dan mengalami keseleo. Ia pun menceritakan pengalamannya saat lututnya mengalami bengkak sehingga tidak dapat menekuk.
"Waktu itu turun Gunung Rinjani lalu lutut bengkak. Akhirnya berendam di air laut yang hangat untuk meredakannya," pungkas Farhan.
Baca juga: Pakai Fitness Tracker, Efektifkah Bantu Menjaga Kebugaran? (rdn/vit)











































