"Meskipun kecil ularnya, tapi jangan juga diremehkan. Siapa tahu itu anakan king cobra yang bisanya neurotoksin, bisa menimbulkan kematian juga," ucap dr Tri Maharani MSi. Sp.EM, seorang ahli toksikologi gigitan ular, dalam perbincangan dengan detikHealth, Jumat (31/3/2017).
Perempuan yang akrab disapa dr Maha ini mewanti-wanti untuk tidak meremehkan gigitan ular. Dari gigitan ular, bisa dideteksi apakah ular yang menggigit berbisa atau tidak. Akan tetapi yang sulit adalah mendeteksi spesies ularnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bukan Disedot Darahnya, Ini Pertolongan Pada Gigitan Ular yang Benar
"Jika dibiarkan, tentu saja bisa mengakibatkan kematian," lanjutnya.
Ada pula ular yang bisanya bisa mengakibatkan pendarahan. Ini misalnya jika seseorang digigit ular jenis blandotan macan, yang mana cirinya memiliki kulit seperti batik. Bahkan dalam beberapa kasus mengakibatkan nekrosis yang berujung amputasi.
"Saya pernah ada pasien yang akibat digigit ular mengalami pendarahan di hidung, mata, telinga. Trombositnya 4.000," kisah dr Maha.
Selain itu ada ular yang bisa mengakibatkan gagal ginjal. Tahun lalu, dr Maha menemukan kasus pasien di Semarang yang terkena bisa ular blandotan puspa dan mengalami kegagalan ginjal. Karena itu sekali lagi, jangan pernah meremehkan bisa ular. Dengan penanganan tepat, maka kefatalan bisa dihindarkan.
Baca juga: Saran Dokter Agar Manusia Tidak Dimangsa Ular (vit/up)











































