4 Terapi Unik yang Dipercaya Bisa Bikin Rileks

4 Terapi Unik yang Dipercaya Bisa Bikin Rileks

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 04 Apr 2017 09:15 WIB
4 Terapi Unik yang Dipercaya Bisa Bikin Rileks
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tubuh yang rileks merupakan kunci kesehatan jasmani dan rohani. Untuk bisa rileks, orang-orang tak jarang melakukan terapi unik, tak biasa dan bahkan dianggap nyeleneh.

Apa saja contoh terapi unik yang dipercaya bisa bikin tubuh rileks? Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut beberapa di antaranya:

Baca juga: Ini Dia 4 Manfaat Sehat Berpelukan dengan Pasangan

1. Memeluk sapi

Foto: Dok. Buure TV screengrab
Memeluk hewan peliharaan seperti anjing atau kucing memang bisa membuat seseorang lebih rileks. Namun jika hewan yang dipeluk adalah sapi, apakah manfaat yang dirasakan sama?

Sibylle Zwygart, seorang wanita berusia 25 tahun dari Swiss membuka peternakan sapi yang bisa dikunjungi. Tak hanya memerasas susu dan memberi makan sapi, pengunjung juga bisa memeluk sapi selama 2 jam dengan biaya sekitar Rp 650 ribu.

"Sesi terapi memeluk sapi ini dimulai dengan teori singkat di mana pengunjung belajar tentang hewan. Kemudian pengunjung bisa menepuk-nepuk dan membersihkan mereka supaya terbentuk kedekatan di antara keduanya. Setelah itu, barulah pengunjung bisa memeluk sapi selama dua jam," kata Sibylle.

2. Bungkus tubuh dengan kain

Foto: BBC
Disebut otonamaki, terapi yang secara harfiah artinya 'membungkus orang dewasa' ini disebut-sebut bisa meringankan masalah postur tubuh, membuatnya rileks dan menghilangkan kekakuan otot.

Otonamaki muncul mengambil dasar dari kebiasaan bayi baru lahir yang dibungkus kain serupa dengan tujuan untuk membantu pertumbuhan.

Dengan membungkus diri selama 20 menit dengan kain, postur tubuh seseorang dapat 'dipaksa' untuk menjadi lebih baik. Selain itu perasaan nyaman yang ditimbulkan disebut juga dapat menurunkan tingkat stres.

3. Membatik

Foto: Rachman Haryanto
Penelitian yang dilakukan Akhmad Mukhlis, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kamal Sarang Rembang, menemukan kegiatan membatik sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Selain bikin rileks, membatik juga diketahui dapat menurunkan tingkat depresi.

Dituturkan Mukhlis, simbol-simbol gambar pada batik bisa memberikan kesempatan pada individu untuk mengekspresikan perasaan serta emosinya. Dampaknya bisa memberikan kepuasan pada yang bersangkutan.

"Sebagai bagian dari terapi seni, secara garis besar terapi membatik memiliki fungsi sama dengan fungsi terapi seni, yaitu sarana untuk menyelesaikan konflik emosional, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan ketrampilan sosial, mengontrol perilaku, menyelesaikan permasalahan, mengurangi kecemasan, mengarahkan realitas dan meningkatkan self esteem," tutur Mukhlis dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam PSIKOISLAMIKA, Jurnal Psikologi Islam (JPI).

4. Yoga tertawa

Foto: thinkstock
Menurut Watie Eshuis selaku praktisi yoga tertawa, stres bisa menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat. Nah, salah satu cara mengatasinya adalah tertawa.

"Yoga tertawa itu yoga yang dilakukan dengan tertawa. Kan saat tertawa otak mengeluarkan hormon endorfin jadi bisa melancarkan darah dan menambah percaya diri," tutur Watie.

Watie menjelaskan yoga tertawa pertama kali diciptakan oleh dr Madam Kataria di Mumbai, India. Pada awalnya yoga tertawa hanya dilakukan oleh lima orang untuk menghilangkan stres.
Halaman 2 dari 5
Memeluk hewan peliharaan seperti anjing atau kucing memang bisa membuat seseorang lebih rileks. Namun jika hewan yang dipeluk adalah sapi, apakah manfaat yang dirasakan sama?

Sibylle Zwygart, seorang wanita berusia 25 tahun dari Swiss membuka peternakan sapi yang bisa dikunjungi. Tak hanya memerasas susu dan memberi makan sapi, pengunjung juga bisa memeluk sapi selama 2 jam dengan biaya sekitar Rp 650 ribu.

"Sesi terapi memeluk sapi ini dimulai dengan teori singkat di mana pengunjung belajar tentang hewan. Kemudian pengunjung bisa menepuk-nepuk dan membersihkan mereka supaya terbentuk kedekatan di antara keduanya. Setelah itu, barulah pengunjung bisa memeluk sapi selama dua jam," kata Sibylle.

Disebut otonamaki, terapi yang secara harfiah artinya 'membungkus orang dewasa' ini disebut-sebut bisa meringankan masalah postur tubuh, membuatnya rileks dan menghilangkan kekakuan otot.

Otonamaki muncul mengambil dasar dari kebiasaan bayi baru lahir yang dibungkus kain serupa dengan tujuan untuk membantu pertumbuhan.

Dengan membungkus diri selama 20 menit dengan kain, postur tubuh seseorang dapat 'dipaksa' untuk menjadi lebih baik. Selain itu perasaan nyaman yang ditimbulkan disebut juga dapat menurunkan tingkat stres.

Penelitian yang dilakukan Akhmad Mukhlis, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kamal Sarang Rembang, menemukan kegiatan membatik sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Selain bikin rileks, membatik juga diketahui dapat menurunkan tingkat depresi.

Dituturkan Mukhlis, simbol-simbol gambar pada batik bisa memberikan kesempatan pada individu untuk mengekspresikan perasaan serta emosinya. Dampaknya bisa memberikan kepuasan pada yang bersangkutan.

"Sebagai bagian dari terapi seni, secara garis besar terapi membatik memiliki fungsi sama dengan fungsi terapi seni, yaitu sarana untuk menyelesaikan konflik emosional, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan ketrampilan sosial, mengontrol perilaku, menyelesaikan permasalahan, mengurangi kecemasan, mengarahkan realitas dan meningkatkan self esteem," tutur Mukhlis dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam PSIKOISLAMIKA, Jurnal Psikologi Islam (JPI).

Menurut Watie Eshuis selaku praktisi yoga tertawa, stres bisa menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat. Nah, salah satu cara mengatasinya adalah tertawa.

"Yoga tertawa itu yoga yang dilakukan dengan tertawa. Kan saat tertawa otak mengeluarkan hormon endorfin jadi bisa melancarkan darah dan menambah percaya diri," tutur Watie.

Watie menjelaskan yoga tertawa pertama kali diciptakan oleh dr Madam Kataria di Mumbai, India. Pada awalnya yoga tertawa hanya dilakukan oleh lima orang untuk menghilangkan stres.

(mrs/vit)

Berita Terkait