Nyatanya sudah banyak penelitian yang mencoba menguak manfaat dari kombinasi keduanya, bahkan sejak tahun 1990-an. Salah satunya dilakukan pada tahun 1997. 12 partisipan yang kurang tidur diminta meminum secangkir kopi ukuran besar dilanjutkan dengan tidur siang selama 15 menit.
Setelah bangun, mereka melakukan tes berkendara lewat simulator. Nyatanya mereka yang minum kopi sebelum tidur siang (dalam artikel disebut sebagai 'coffee nap') jarang keluar dari lajur kendaraan dalam simulasi yang berlangsung dua jam tersebut, dibandingkan yang hanya minum kopi atau tidur siang sebelum simulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana ini bisa terjadi? Chin Moi Chow dari University of Sydney menjelaskan, kafein dalam kopi akan tertahan dulu di perut sebentar lalu bergerak ke usus kecil untuk kemudian diserap dalam tubuh. Proses ini memakan waktu sekitar 45 menit.
Tetapi efek melek dari kopi biasanya akan muncul lebih dini, yaitu sekitar 30 menit setelah diminum. Dengan begitu, minum kopi sebelum tidur siang yang tak lebih dari 15 menit tidak akan mempengaruhi tidur siang Anda karena tubuh memang belum mengalami 'caffeine hit'.
Efek ini baru terasa ketika Anda sudah terbangun, termasuk efek meleknya beberapa jam kemudian. Ini karena selepas dicerna di dalam hati, sebagian sisa kafein yang ada akan bertahan dalam darah selama 4-5 jam kemudian.
Tetapi Anda jangan sampai salah menghitung jam tidur siang setelah minum kopi lho. Sebab jika Anda baru tidur setelah 'caffeine hit'-nya muncul, tidur Anda malah berantakan dan efeknya ketika bangun tidur juga akan lebih buruk. Untuk itu disarankan tidur siang paling tidak lima menit setelah minum kopi, jangan lebih dari itu.
Baca juga: Jangan Andalkan Kopi, Ini Trik Dokter Agar Tak Ngantuk Saat Mudik
Lantas apakah ini aman? Choi mengatakan, dosis standar untuk kopi adalah 300-500 miligram perhari (setara dengan dua cangkir besar kopi). Toh 70 persen kafein akan diubah menjadi paraxanthine dalam tubuh, dan ini tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh.
Namun ingat, mengonsumsi lebih dari itu (lebih dari 500 miligram per hari) dapat menimbulkan gejala seperti gugup, cemas, mudah lelah, jantung berdetak cepat, hingga tremor.
Food Standards Australia New Zealand juga mengingatkan, mudah sekali mengonsumsi kafein melebihi yang kita sadari, karena banyak orang lupa bahwa minuman berenergi juga mengandung kafein. Untuk tahu kapan Anda kelebihan kafein, ini bisa dilihat dari efek withdrawal ketika kebiasaan minum kopi dihentikan, yaitu sakit kepala, sering mengantuk dan tingkat kewaspadaan yang menurun.
Terlepas dari itu, Choi menegaskan coffee naps bukanlah cara ideal untuk membayar 'hutang tidur' Anda. Karena yang terbaik tetaplah mendapatkan tidur yang cukup, yaitu selama 6-7 jam sehari. Demikian seperti dilaporkan ABC Australia.
Baca juga: Agar Mata Lebih 'Melek', Baiknya Minum Kopi 2 Jam Setelah Bangun Tidur
Ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT juga menegaskan, tidur siang merupakan kebutuhan karena sesuai dengan jam biologisnya, maka setiap orang akan cenderung mengantuk selepas makan siang.
Bahkan ia mengatakan fungsi tidur siang untuk mengembalikan kondisi tubuh tidak dapat tergantikan oleh stimulan seperti kopi.
"Kafein memang bikin melek, tapi kafein nggak bisa mengembalikan konsentrasi, kreativitas, ketelitian dan motivasi tadi. Tidak ada yang bisa menggantikan efek tidur," ungkapnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu. (lll/vit)











































